Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Gudang Semen di Wae Wole Belum Punya Izin
Regional NTT

Gudang Semen di Wae Wole Belum Punya Izin

By Redaksi7 April 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Gudang penyimpanan semen Tonasa di Wae Wole, Kelurahan Watu Nggene, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Gudang penyimpanan semen Tonasa di Wae Wole, Kelurahan Watu Nggene, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, belum memiliki izin.

Gudang ini memang terdaftar di DPMPTSP atas nama CV. Harum Jaya dengan nomor izin DPMPTSP.576/02/SLF-BG/1/2021.

Namun, izin tersebut diperuntukkan untuk gudang penampungan pupuk non organik, bukan sebagai gudang semen.

Kepala DPMPTSP Manggarai Timur Aleksius Rahman mengatakan, untuk gudang semen Tonasa sudah mengantongi NIB dengan Nomor: 0228010052074.

“Sampai dengan saat ini gudang ini sudah beralih menjadi gudang penyimpanan,” ungkapnya.

Sedangkan salah satu warga Wae Wole yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, pemilik gudang semen ilegal ini milik Suherman dan dikontrak oleh Jiu seorang pengusaha asal Surabaya.

“Gudang semen ini baru saja beroperasi kembali karena sebelumnya dibekukan atau dihentikan karena statusnya masih ilegal,” katanya kepada VoxNtt.com, Kamis (07/04/2022).

Ia juga mengungkapkan, gudang semen Tonasa berada di sekitar lingkungan warga yang berlokasi di dekat Sekolah Dasar Inpres Wae Wole.

“Tentu ini akan menyebabkan pencemaran lingkungan dan debu dari kendaraan pengangkut semen juga sangat mengganggu aktivitas kegiatan belajar mengajar,” ungkapnya.

Terlihat jelas, kata dia, jalan rabat yang selalu dilintasi mobil angkutan semen Tonasa kini sudah rusak kembali.

“Saya merasa aneh dengan aktivitas bongkar muat saat ini karena beban angkutan semen melampaui kualitas dari jalan rabat sehingga banyak rabat yang pecah dan saat ini pembaharuan dokumen lokasi dan titik koordinat tidak sesuai dengan obyek gedung yang ada,” katanya.

Terpisah, Suherman pemilik gudang semen mengaku belum bisa memberikan penjelasan lebih lanjut.

“Saya tidak berani memberikan informasi melalui telepon,” katanya saat dihubungi melalui telepon.

Sementara itu, Jui, pengusaha semen belum berhasil dikonfirmasi.

Meskipun media ini berulang kali menghubunginya melalui sambungan telepon, namun dia belum merespons.

Penulis: Yunt Tegu
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur Matim Pelabuhan Wae Wole
Previous ArticlePerkuat Kapasitas Pengurus Osis, SMAN 2 Langke Rembong Selenggarakan Pelatihan Dasar Kepemimpinan
Next Article Kopdit Pintu Air Melus Timor Diduga Gelapkan Uang Anggota

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.