Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Ketika Jiwa Mati
Sastra

Ketika Jiwa Mati

By Redaksi30 April 20221 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ketika Jiwa Mati

Dia hanya pernah berkata:jiwaku ingin terbang melayang menembus langit
Memaknai tentang segala kebebasan yang tercerabut, tentang keindahan yg terbuang, dan tentang hati yang hilang
Duniaku memoar luka dan ketakberdayaan
Aku ingin bersajak

Tentang jiwa yang telah mati
Tentang hati yang dikuliti
Keangkuhan dunia membuatku lena membara dalam ketidakpuasan
Dan lagi jiwaku kini mati

Aku ingin bersajak menuliskan gurat keindahan Tentang keterbelengguan dan kekosongan
Aku hidup dalam ruangku yang mendadak diam
Tak lagi mencoba mencari makna hidup yang sesungguhnya
Dan jiwaku benar-benar mati
Aku ingin bersajak agar segalanya mengerti tentang kekecewaan

Senja Penuh Memori

Kupandangi langit senja malam ini
Bagaikan api yang membara dalam kesunyian
Kesunyian jiwaku dalam keramaian hiruk pikuk dunia
Merah dan jingganya menggambarkan kehangatan
Sebuah kehangatan yang sudah lama tak kurasakan
Hangatnya menyelimuti hatiku yang beku

Merangkul tubuhku yang rapuh
Membangkitkan memori masa lalu diotakku
Membakar hasrat rindu yang telah lama bergejolak dalam jiwaku
Kulihat kawanan burung terbang perlahan siluet wajahmu
Ingin kurengkuh bayangan yang sangat kurindukan itu
Namun terlalu jauh

Itulah Dirimu

Semua itu membuatku termangu
Hidup dalam memori itu
Sangat indah namun tak lama
Hanya sesaat lalu menghilang
Seperti senja
Seperti kita

Lalik Kongkar
Previous ArticleWanitaku: Antologi Puisi Ariel Pake
Next Article Dua Pelayanan RSUD Matim yang Telah Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan

Related Posts

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026

Pilu yang Tidak Pernah Sembuh

3 Februari 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.