Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ilmu Pengetahuan»Workshop di Unika Ruteng Ulas Strategi Menulis dan Publikasi Artikel Ilmiah di Jurnal Internasional Bereputasi
Ilmu Pengetahuan

Workshop di Unika Ruteng Ulas Strategi Menulis dan Publikasi Artikel Ilmiah di Jurnal Internasional Bereputasi

By Redaksi15 Mei 20224 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Workshop Pendampingan Penulisan Artikel Ilmiah pada Jurnal Internasional Bereputasi yang digelar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT– Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng memulai Workshop Pendampingan Penulisan Artikel Ilmiah pada Jurnal Internasional Bereputasi hari pertama, Jumat (13/05/2022).

Narasumber yang juga Editor Journal of ASEAN Studies Hubungan Internasional Binus University, Dr. Dr. Lili Yulyadi, B.Irk., B.Hsc., M.Hsc, membawakan materi dalam tiga sesi pada hari pertama ini. Dalam setiap sesi, juga disediakan kesempatan untuk berdiskusi bersama peserta workshop.

Pada sesi pertama yang berlangsung dari pukul 08.30 – 11.00 Wita, topik materi yang disajikan adalah “Strategi Menulis Artikel di Jurnal Internasional Terindeks Scopus”.

Dalam sesi ini, Dr Lili mengemukakan beberapa hal yang harus dilakukan mulai dari persiapan sebelum menulis, pada saat menulis, hingga men-submit artikel ilmiah ke jurnal bereputasi.

“Dalam menulis dan mempublikasikan artikel ilmiah ke jurnal bereputasi, terdiri dari persiapan sebelum menulis, yang terdiri dari dua hal penting yaitu self knowing (pengenalan kemampuan diri) dan Identifying international reputable journals (identifikasi jurnal bereputasi yang sesuai dengan kemampuan diri). Dan yang paling menentukan pada tahap persiapan adalah kebiasaan membaca. Reading is a key (kunci utamanya adalah membaca),” terangnya.

Lebih lanjut, Dosen Hubungan Internasional Binus University itu menjelaskan sejumlah hal teknis yang perlu diperhatikan pada saat menulis artikel ilmiah untuk jurnal bereputasi.

Ia menjelaskan, pada saat menulis artikel ilmiah untuk jurnal bereputasi, sekurang-kurangnya beberapa harus menjadi perhatian.

Itu antara lain; an intriguing title (judul yang memancing rasa penasaran), interesting Introduction and abstract  sections (abstrak dan pendahuluan yang menarik dan menimbulkan ekspetasi pembaca), an engaging body (tubuh tulisan yang terkait secara baik dengan literatur review yang memadai), and an appealing results section (dan hasil temuan yang menarik, analitis, dan memiliki nilai kebaruan).

Menutup penyajian pada sesi pertama, peserta workshop juga diberikan beberapa hal penting terkait proses pemilihan dan pengiriman artikel ilmiah ke jurnal internasional bereputasi atau terindeks scopus.

Pada sesi kedua, dari pukul  13.30 – 14.30 Wita, narasumber menyajikan materi dengan topik “Format dan Poin Review Artikel Jurnal Internasional Terindeks Scopus”.

Pada sesi ini, peserta mendapatkan penjelasan  terkait beberapa hal utama yang menjadi fokus perhatian dari para reviewer jurnal internasional terindeks scopus berdasarkan pengalaman narasumber sebagai editor Journal of ASEAN Studies Hubungan Internasional Binus University yang merupakan salah satu jurnal internasional terindeks scopus Q1.

Sementara sesi terakhir di hari pertama yang berlangsung pukul 14.30 – 16.00, diisi dengan saling berbagi pengalaman seputar hal-hal yang membuat seseorang gagal mempublikasikan artikel jurnal internasional terindeks scopus.

Dr. Lili selaku narasumber menyatakan bahwa pengalaman gagal dan ditolak saat mengirimkan artikel ke jurnal adalah pengalaman yang lumrah.

“Pengalaman gagal dan ditolak dengan berbagai bentuk mulai dari penyampaian yang halus sampai bahasa yang menyakitkan adalah hal yang biasa dalam proses mengirim artikel ke jurnal internasional terindeks scopus. Yang terpenting, jangan sampai putus asa dan patah semangat,” ujarnya.

Senada dengan narasumber, Dekan FKIP Unika Santu Paulus Ruteng, Dr. Maksimus Regus yang turut hadir dan diminta membagikan pengalamannya mempublikasikan artikel ilmiah pada jurnal internasional terindeks scopus, menyampaikan bahwa pengalaman gagal dan ditolak adalah hal yang biasa.

Yang terpenting adalah bagaimana sikap kita terhadap pengalaman gagal dan ditolak tersebut.

“Kalau bicara soal pengalaman gagal dan ditolak, saya juga sudah mengalaminya berkali-kali. Pengalaman ini adalah ujian bagi kemampuan kita untuk bertahan. Lebih dari itu, kita dituntut untuk tidak saja bertahan, memiliki reliliensi, tetapi beralih menjadi antifragility. Artinya kegagalan itu harus menjadi batu loncatan untuk pencapaian yang lebih baik,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, FKIP) Unika Santu Paulus Ruteng menyelenggarakan Workshop Pendampingan Penulisan Artikel Ilmiah pada Jurnal Internasional Bereputasi, Jumat (13/05/2022) dan Sabtu (14/05/2022).

Workshop yang dibuka secara resmi oleh Dekan FKIP Unika Santu Paulus Ruteng ini menghadirkan Dr. Lili Yulyadi, B.Irk., B.Hsc., M.Hsc, Editor Journal of ASEAN Studies Hubungan Internasional Binus University sebagai narasumber. Kegiatan ini diikuti 30-an dosen dari 6 program studi (prodi) pada lingkup FKIP Unika Santu Paulus Ruteng.

Penulis: Leo Jehatu
Editor: Ardy Abba

FKIP Unika Ruteng UNIKA Santu Paulus Ruteng Unika St. Paulus Ruteng
Previous ArticleImplementasi Genealogi Moral
Next Article Setelah Diskusi Empat Mata Bersama Jokowi, Elon Musk Siap Jajaki Kerja Sama dengan Indonesia

Related Posts

Seminari Kisol Luncurkan Renstra 2026–2031 untuk Hadapi Tantangan Era VUCA

5 Maret 2026

Renstra 2026–2031 Jadi Momentum Pembenahan Seminari Pius XII Kisol

5 Maret 2026

Seminari Pius XII Kisol Susun Renstra 2026–2031, Fokus pada Penguatan Kesehatan, Gizi, dan Tata Kelola

5 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.