Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Dalam Diam
Sastra

Dalam Diam

By Redaksi11 Juli 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Dalam Diam

Oleh: Lalik Kongkar

Aku terjamahkan diamku
Bersama bayangan semu
Di balik warna hitam mataku
Sinar matamu yang terasa ringan
Ternyata terasa berat dipundakku

Entah bagaimana harus berjalan tegak dengan rasa ini
Diamku bukan air yang hilang ditepian
Diamku bukan pula bayangan yang tak tentu arah
Diamku adalah kau yang menyejukan hatiku

Untuk Satu Nama

Aku mengukir sendiri namamu dengan huruf kapital tebal
Menggoreskan tinta abadi dengan tekanan teramat dalam
Berharap kau adalah satu-satunya pemilik kenanganku tentang berdua
Jatuh cinta padamu di setiap detik kebersamaan
Aku suka saat kau menari di antara tetesan hujan

Basah membuat tubuhmu berbunga
Aku suka kau bicara
Merdu mengalahkan kicauan alam
Bahkan kau terdiam, aku jatuh cinta
Kedamaian menghipnotis di setiap tatapan

Tidak ada bosan aku melihat kau bermain dengan angin
Hempasan itu menyebarkan aroma tubuh yang wangi menenangkan
Duduk meratap, kusediakan dua cangkir
Mencicipi keduanya seolah kau ikut menengguk

Lihatlah
Satu nama abadi dalam hatiku
Tertulis jelas tidak akan pernah hilang
Untuk sebuah nama aku menunggu

Sepekat Kopi Malam

Hari tak lagi bermandikan mentari
Selimut senja datang temaram
Teriring malam tak lama lagi
Merindu wangi semerbak kopi

Betapa daku masih terpaku
Menunggu ianya bakal tersaji
Terseduh rasa bercampur rindu
Dalam secangkir gelas kopi

Malam semakin larut
Cahaya pun kian surut
Namun raga tak mau beringsut
Nikmati kopi yang diseruput

Terlihat warna membungkus rasa
Sembari merenung merangkai asa
Menyesap setiap racikannya
Yang mengandung kelezatan cita rasa

Sepekat kopi malam
Seharum aromanya
Walau engkau lelap terpejam
Tetap kurindu selamanya

Lalik Kongkar
Previous ArticleJuli dengan Hujannya
Next Article SMP Tiara Nusa Resmi Beroperasi

Related Posts

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026

Pilu yang Tidak Pernah Sembuh

3 Februari 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.