Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Ribuan Pelaku Pariwisata Gelar Aksi Tolak Kenaikan Harga Tiket ke TNK, Bawa Spanduk Bertuliskan “3,75 Juta Membunuh Kami”
NTT NEWS

Ribuan Pelaku Pariwisata Gelar Aksi Tolak Kenaikan Harga Tiket ke TNK, Bawa Spanduk Bertuliskan “3,75 Juta Membunuh Kami”

By Redaksi18 Juli 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Spanduk bertuliskan "3,75 Membunuh Kami" dibawa massa saat aksi penolakan harga tiket ke TNK, Senin (18/07/2022)(Foto: Sello Jome/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Ribuan pelaku pariwisata di Labuan Bajo menggelar aksi penolakan harga tiket ke Kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) yang mencapai Rp3,75 Juta di Kantor Bupati Manggarai Barat (Mabar), Senin (18/07/2022).

Pantauan VoxNtt.com, dalam aksi tersebut massa membawa spanduk bertuliskan “3,75 Juta Membunuh Kami”.

Spanduk itu dipegang hampir oleh sebagian anggota aksi yang menggelar unjuk rasa di tiga titik yaitu Balai TNK, Kantor Bupati Mabar,  dan DPRD Mabar.

Dalam aksi itu, massa aksi mendesak Presiden Joko Widodo untuk membatalkan pemberlakuan kenaikan tiket 3,75 juta/orang pada Agustus mendatang dan seluruh praktik monopoli bisnis di Taman Nasional Komodo.

“Kami juga menolak sistem registrasi online yang melanggengkan monopoli itu,” ujar penanggung jawab aksi Rafael Todowela Taher.

Rafael juga mendesak pemerintah untuk mencabut semua izin perusahaan-perusahaan, baik swasta maupun perusahaan milik negara yang telah mengantongi izin usaha pariwisata di dalam kawasan TN Komodo.

“Bagi kami, selain membahayakan konservasi, kehadiran perusahaan-perusahaan ini juga menciptakan monopoli bisnis pariwisata di kawasan TN Komodo yang meminggirkan warga lokal,” pintanya.

Dia mendorong pemerintah untuk menghentikan wacana liar dan serampangan dalam mengelola TN Komodo yang cenderung merugikan konservasi dan masyarakat lokal.

“Sebaliknya, berkali-kali kami tegaskan, sudah saatnya pemerintah duduk bersama untuk mengevaluasi segala bentuk rancangan pembangunan atas TN Komodo serta membuka semua informasi kepada publik,” tegasnya.

Rafael mengatakan, jika mendorong konservasi di TN Komodo serta menciptakan kesejahteraan bagi warga lokal, pemerintah harus mengalokasikan anggaran yang besar untuk mendorong kinerja BTNK sebagai penjaga konservasi serta mendorong keterlibatan masyarakat sebagai pelaku aktif konservasi dan wisata komunitas.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

Labuan Bajo Mabar Manggarai Barat Taman Nasional Komodo
Previous ArticlePrima NTT Siap Ikuti Verifikasi Pemilu
Next Article NTT Juara 1 Putri Cilik dan Runner Up 3 Putri Remaja Indonesia 2022

Related Posts

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.