Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Kunjungi Perbatasan RI-RDTL, Mensos RI Resmikan 20 Unit Rumah dan Salurkan Aneka Bantuan
NTT NEWS

Kunjungi Perbatasan RI-RDTL, Mensos RI Resmikan 20 Unit Rumah dan Salurkan Aneka Bantuan

By Redaksi19 September 20223 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Menteri Sosial RI Tri Rismaharini saat menggunting pita tanda peresmian 20 unit rumah bantuan bagi warga Desa Humusu Wini terdampak badai Seroja, Sabtu, 17 September 2022 (Foto: Eman Tabean/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT-Menteri Sosial Republik Indonesia Tri Rismaharini melakukan kunjungan kerja di Desa Humusu Wini, Kecamatan Insana Utara, Kabupaten TTU, Provinsi NTT, Sabtu (17/09/2022).

Terpantau, Menteri Risma dan rombongan tiba di desa yang tepat berada di perbatasan RI-RDTL itu sekitar pukul 11.30 Wita.

Saat tiba, Menteri Risma langsung disambut secara adat oleh Bupati TTU Juandi David, Wakil Bupati Eusabius Binsasi, Sekda TTU Fransiskus Fay, serta pimpinan OPD dan ribuan masyarakat secara adat.

Selanjutnya, Menteri Risma dan rombongan diarak untuk meresmikan gedung poliklinik, community center dan rumah bantuan sosial.

Menteri Risma kemudian melanjutkan dengan melihat-lihat hasil tenunan khas TTU.

Pada kesempatan itu, sebelum sampai ke panggung utama, Menteri Risma juga terlebih dahulu menyerahkan bantuan 4 unit motor 3 roda, kursi roda serta beragam bantuan lainnya.

Selain itu, saat di panggung utama Menteri Risma juga kembali menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga dan seragam serta tas sekolah bagi siswa-siswi SD.

Setelah memberikan sambutan dan dilanjutkan dengan suguhan hiburan oleh masyarakat setempat, Menteri Risma kemudian melanjutkan dengan menggunting pita guna meresmikan bantuan 20 unit rumah bagi warga yang terdampak badai Seroja.

Menteri Risma saat diwawancarai wartawan menjelaskan, saat terjadi badai Seroja beberapa waktu lalu pihaknya langsung bergerak cepat untuk melakukan pendataan warga yang terdampak bencana namun belum mendapat sentuhan bantuan,  baik dari BNPB maupun PUPR.

Setelah dilakukan pendataan, jelasnya, ditemukanlah jika masih terdapat warga yang berada tepat di perbatasan RI-RDTL yang belum tersentuh bantuan.

“Saat kita kesini ternyata betul belum ada sentuhan (bagi korban badai Seroja),” tutur mantan Wali Kota Surabaya itu.

Menteri Risma mengakui saat itu Kementerian Sosial RI tidak memiliki anggaran untuk membantu warga di Desa Humusu Wini yang terdampak badai Seroja.

Sehingga dari situ pihaknya kemudian menggandeng berbagai lembaga untuk bisa men-supply guna membantu warga terdampak badai.

Sehingga dari hasil komunikasi, jelasnya, beberapa lembaga yakni kompas TV, Indosiar, kitabisa.com, sidomuncul serta Telkom yang bersedia memberikan bantuan dana untuk membantu warga terdampak bencana.

“Sebetulnya saat itu rumah yang terkena bencana hanya 8 tetapi karena di sekitar sini masih terdapat rumah tidak layak huni sehingga kemudian kita tambahkan (menjadi 20 unit) dan Alhamdulillah banyak bantuan yang datang sehingga bisa kita realisasikan,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati TTU Juandi David dalam sambutannya secara khusus menyampaikan terima kasih atas bantuan dan perhatian yang diberikan oleh Menteri Sosial RI Tri Rismaharini.

Bupati Juandi mengakui kunjungan menteri Tri Rismaharini merupakan yang ketiga kalinya di Kabupaten TTU.

Menurutnya kunjungan yang dilakukan merupakan bukti nyata kepedulian pemerintah pusat terhadap masyarakat Kabupaten TTU yang berada tepat di perbatasan RI-RDTL.

“Dukungan dan perhatian yang diberikan oleh pemerintah pusat ini dalam kehiatan ini menggambarkan pembangunan Indonesia yang inklusif yang tidak Jawa sentris tetapi Indonesia sentris,” tutur mantan Kadis PPO Kabupaten TTU itu.

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba

Kabupaten Timor Tengah Utara Kementerian Sosial TTU
Previous ArticlePetani di Kabupaten Kupang Keluhkan Penurunan Harga Rumput Laut
Next Article Resmi Jabat Sekda TTU Definitif, Simak Perjalanan Karier Fransiskus Fay sebagai ASN

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.