Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sport»Lomba Pacuan Kuda di Manggarai Vakum, Penghobi Kritik Pordasi
Sport

Lomba Pacuan Kuda di Manggarai Vakum, Penghobi Kritik Pordasi

By Redaksi1 November 20223 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bupati Sumba, Kadis Peternakan, Asisten 2, Ketua Pordasi dan Riko Budiman saat penyerahan kuda ke Jokowi di Waingapu. (Foto: Dok. pribadi Riko Budiman)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Kejuaraan pacuan kuda di Kabupaten Manggarai, Provinsi NTT, sudah lama vakum. Olahraga yang sering dihelat di Nanga Banda, Kecamatan Reok itu, kini sudah nyaris tak terselenggara lagi 3 tahun belakangan sejak pandemi Covid-19.

Para penghobi kuda di wilayah itu pun terpaksa membawa kuda mereka ke kabupaten tetangga Sikka, untuk mengikuti kejuaraan Bupati Cup.

Perjalanan jauh mereka pun membuahkan hasil yang menyenangkan. Dari 5 kuda yang dibawa, ada 3 kuda yang berlaga sampai ke partai puncak.

Ke-3 ekor kuda yang masuk final itu merupakan kuda milik Mansur Anwar. Sedangkan 2 kuda lainnya milik Riko Budiman, salah satu penghobi kuda yang berdomisili di Kecamatan Reok.

Riko selaku penghobi kuda mengkritik Pordasi Manggarai yang terkesan tak peduli dengan perkembangan olahraga berkuda di wilayah itu. Apalagi seharusnya anggaran itu ada di dinas terkait.

“Jauh-jauh datangi undangan pacuan ke kabupaten lain demi membawa nama baik Kabupaten Manggarai dengan biaya sendiri tanpa campur tangan pihak Pordasi, Dinas PPO, Pariwisata maupun Dinas Peternakan. Tapi Pordasi malah sepertinya vakum dan tidak peduli perkembangan olah raga berkuda yang bisa dijadikan destinasi wisata bagi Kabupaten Manggarai umumnya dan Kecamatan Reok khususnya,” tandas Riko.

BACA JUGA: Tak Ada Lagi Lomba Pacuan Kuda, Penghobi di Manggarai Bawa Kuda Ikut Kejuaraan di Sikka

Menurutnya, pacuan kuda ini seharusnya diselenggarakan juga di Manggarai sebagai hiburan masyarakat yang sudah 3 tahun belakang haus hiburan karena dampak pandemi Covid-19.

Sebab, pacuan kuda juga sebagai pemicu bangkitnya perekonomian Kabupaten Manggarai dan memperkenalkan budaya serta wisata alam Kabupaten Manggarai bagi peserta pacuan dari luar kabupaten dan luar pulau.

“Kabupaten Manggarai telah memiliki lapangan/sirkuit pacuan kuda yang memenuhi standar dgn panjang lintasan 1.100 meter. Tapi sudah 4 tahun terbengkalai. Sementara kabupaten lain yang minim prasarana lapangan pacuan, malah berbondong-bondong mengadakan pacuan kuda. Lantas kemana Pordasi,” sindir Riko.

Riko menilai sepertinya Pemkab Manggarai tidak bisa melihat peluang wisata dan tidak mampu menyenangkan hati masyatakat.

“Semoga ke depan event pacuan kuda di Manggarai dihidupkan kembali agar minat masyarakat untuk memelihara dan merawat kuda lebih meningkat,” tuturnya.

Sebelumnya, salah satu pemilik kuda di Manggarai, Mansur Anwar mengatakan, saat ini sedang berlangsung lomba pacuan kuda dalam rangka memperebutkan Piala Bupati Sikka. Dirinya memutuskan mengirim kuda dalam kejuaraan itu, karena di Manggarai tidak ada kejuaraan pacuan kuda tahun ini.

“Kami bawa 5 kuda dalam pacuan bergengsi di Maumere, Kabupaten Sikka kali ini. 5 Kuda itu masing-masing bernama Putri Nanga Banda, Iseng-Iseng Star, Jempol Jaya, Speed dan Bintang,” kata Mansur.

Kuda-kuda dari Manggarai yang dikirim, kata Mansur, tidak kalah dalam adu kecepatan lari, sehingga dari 5 yang dibawa, ada 3 kuda yang masuk final, termasuk Putri Nanga Banda.

“3 kuda yang masuk final, yakni Putri Nanga Banda, Iseng-Iseng Star dan Jempol Jaya,” beber pria yang biasa disapa bos kurus itu.

Menurutnya, kuda-kuda yang dikirim tentu tidak sembarang kuda. Keinginannya bisa mendapatkan hasil terbaik, terutama untuk kuda Putri Nanga Banda. Kuda ini memang sangat diandalkan dalam pacuan kali ini.

Pacuan kuda, katanya lagi, sebetulnya sudah menjadi membudaya di Manggarai. Dahulu sangat ramai pacuan kuda yang menjadi agenda tahunan pemkab bersama Pordasi. Pacuan kuda itu dilakukan dengan baik selama ini, tetapi beberapa tahun terakhir, tidak ada  lagi lomba pacuan kuda.

Kalau rutin diadakan pacuan, lanjut Mansur, itu bisa menggairahkan masyarakat atau siapapun untuk memelihara kuda. Kalau tidak, maka minat memelihara kida akan turun atau bahkan hilang.

Fakta sekarang ini, kuda sudah jarang dipelihara masyarakat, kecuali penggila kuda lomba yang masih telaten menjaga dan merawat kudanya. Tetapi, jumlahnya tidak banyak.

KR: Berto Davids
Editor: Ardy Abba

Manggarai Pordasi Manggarai
Previous ArticleAnggaran per Unit Diturunkan, Pemkab TTU Hapuskan Sejumlah Item Program Tekun Melayani Plus
Next Article Seorang Ibu dan Balita di TTU Nyaris Tewas Dibacok

Related Posts

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Rumah Warga di Cibal Barat Ambruk Diterpa Hujan dan Angin Kencang

5 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.