Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Tasbih: Antologi Puisi Hendra Uran
Sastra

Tasbih: Antologi Puisi Hendra Uran

By Redaksi20 November 20221 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Tasbih

Berulang kali tasbih terucap habis pada bibirnya Membias sampai ke sudut-sudut ruang dan kota
Seakan-akan Yang Dituju tak kunjung menerima
Tiba-tiba seorang berpakaian lusu berjalan mendekat
“Apa yang tuan cari?”“Aku mencari Dia yang kurindu!”
“Seberapa rindunya sampai diriku tak kau pedulikan?”
“Sejauh aku melihatNya dan Dia memuji aku”

* Pembacaan puji-pujian kepada Allah ‘segala

Ingat Ema

*Saat ema beri
Aku tahu
Tepat tiba ayam berkokok dan tepat tiba ayam naik pohon
Matamu tak kunjung henti menitikkan air mata
Menyulut api merangsang asap tebal
Guna memberi anakmu terang

Saat ema sayang
Aku rasa
Tamparan lemah, syair-syair ingatan dan mimpi penuh doa hanya ada padamu
Sempat aku bertanya“Ma, apa yang perlu aku tahui?”
Namun hanya diam dan senyum yang boleh kau beri saat ada salah
Engkau berkelit dalam tanyaku
Dan tahu itu salah, kau langsung merasukku dengan hidangan nikmat di atas meja
Ema baik-baik di sana ehh…
Nantikan aku di masa adven dan terima aku saat natal nanti.

* Ema adalah bahasa Lamaholot dari kata benda mama atau ibu secara khusus di Desa Ile Boli, Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Hendra Uran

Ritapiret, 20 November 2022

Hendra Uran
Previous ArticleCinta Pertama: Antologi Puisi Hendra Uran
Next Article Tarif 3,7 Juta ke TN Komodo Dinilai Melanggar, Menteri LHK Surati Gubernur NTT

Related Posts

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.