Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX DESA»Penting Ada Rekonsiliasi Setelah Pilkades
VOX DESA

Penting Ada Rekonsiliasi Setelah Pilkades

By Redaksi23 Mei 20232 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Astra Tandang
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Pilkades serentak yang akan dilaksanakan bulan Mei 2023 di Kabupaten Manggarai Timur menunggu hari lagi. Pilkades serentak nantinya digelar di 64 desa dari 12 kecamatan di Manggarai Timur.

Astra Tandang, warga Desa Pong Ruan, Kecamatan Kota Komba mengatakan Pilkades menjadi pembelajaran bagi generasi muda.

“Generasi muda ingin belajar dari cara berpikir, pola berkomunikasi dan sikap dari setiap kandidat,” ucapnya.

Menurutnya, kaum muda tak butuh pemimpin yang jenius karena pemimpin tidak bisa berjalan sendiri. Kaum muda butuh pemimpin yang siap berkolaborasi bahkan dengan lawan politik sekalipun jika hal itu sangat penting untuk kelancaranpembangunan dan memperkuat kehidupan sosial di desa.

Lebih lanjut ia menegaskan, Pilkades itu langkah awal untuk membangun desa. Jangan biarkan konflik berlarut-larut. Penting adanya rekonsiliasi.

“Politik permusuhan, hate speech, black campaign, politik uang, dan politik intimidasi tidak bisa dibenarkan. Jika ini terjadi, pasca Pilkades wajib harus ada rekonsiliasi. Ini tugas pertama dari kepala desa terpilih dan semua kandidat,” katanya.

Menurut Astra, percuma punya gagasan besar, jika masyarakatnya terus terpecah belah. Karena tantangan mengurus desa itu tidak gampang. Butuh semua orang berpartisipasi dan berkontribusi.

“Ini penting, agar tidak ada cela terjadinya malpraktik perencanaan, malpraktik anggaran, disfungsi kewenangan, disorientasi program, hingga manipulasi proyek pembangunan desa ke depan,” ucap Astra.

Ia menambahkan, ada dua faktor kunci yang perlu mendapat perhatian khusus dalam jalannya pemerintahan desa, yaitu: kepemimpinan kepala desa dan rasionalitas penerapan dana desa.

“Tugas masyarakat itu tidak hanya memilih siapa yang akan menjadi kades. Tetapi bagaimana harapan dan keinginan masyarakat itu sendiri terpenuhi. Jadi, kades itu harus dikawal demikian juga Dana Desa agar digunakan dengan baik dan bertanggungjawab. Jangan sampai masyarakat dan kadesnya jalan sendiri-sendiri,” tegas Astra. [VoN]

Astra Tandang Manggarai Timur Matim
Previous ArticleAda Dugaan Manipulasi Tiket di Kawasan TNK
Next Article Polres Kupang Digugat Praperadilan di PN Oelamasi

Related Posts

Kepala SMPN Satap Munde Bantah Dugaan Pungli, Sebut Uang dari Orangtua Bersifat Sukarela

22 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak KPK Audit Dugaan Korupsi Proyek RSUD Borong Rp19,4 Miliar

19 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026
Terkini

Kepala SMPN Satap Munde Bantah Dugaan Pungli, Sebut Uang dari Orangtua Bersifat Sukarela

22 Juli 2026

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.