Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Prodi HI UPN “Veteran” Yogyakarta Beri Pelatihan Negosiasi-Resolusi Konflik untuk Kaum Muda NTT
NTT NEWS

Prodi HI UPN “Veteran” Yogyakarta Beri Pelatihan Negosiasi-Resolusi Konflik untuk Kaum Muda NTT

By Redaksi14 Agustus 20233 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pelatihan negosiasi untuk resolusi konflik, dengan Dr. Iva Rachmawati dan Dr. Ariesani Hermawan sebagai fasilitator
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Di tengah transformasi ekonomi yang berlangsung dengan cepat, konflik sering muncul akibat ketidakadilan akses ke sumber daya ekonomi, akses pada peran politik, ketidakadilan akses ke sarana sosial dan lain-lain. Fenomena terjadi di hampir semua daerah di Indonesia.

Di NTT, misalnya, transformasi ekonomi berbasis industri pariwisata memicu konflik sosial akibat perebutan ruang pantai, hutan, lahan dan sumber daya lain.

Demikian juga, pengembangan energi panas bumi juga menimbulkan konflik sosial.

Di tengah situasi ini, orang-orang  muda NTT harus menjadi ‘juru damai’ dalam kelompok mereka, dalam organisasi dan dalam komunitas suku, desa atau komunitas lain dari mana mereka berasal atau menetap.

Keterampilan negosiasi untuk resolusi konflik perlu dikuasi kaum muda agar menjadi promotor perdamaian komunitas.

Untuk membantu kaum muda NTT belajar menyelesaikan konflik, Jurusan Hubungan Internasional FISIP UPN “Veteran” Yogyakarta, bekerja sama dengan Rumah Bejar NTT-Bokesan Yogyakarta, melakukan pelatihan negosiasi untuk resolusi konflik, dengan Dr. Iva Rachmawati dan Dr. Ariesani Hermawan sebagai fasilitator.

Pelatihan ini berjalan selama dua hari, 11 dan 12 Agustus 2023, di Wisma Romo Yoseph, Pakem, Yogyakarta.

Pelatihan singkat ini ditujukan untuk memberikan keterampilan dasar kepada kaum muda tentang analisis konflik dan penyelesaian secara damai.

Peserta pelatihan sebanyak 20 orang mahasiswa asal dari berbagai kabupaten di NTT dan sedang menempuh kuliah di Yogyakarta.

Ketua jurusan Hubungan Internasional, UPN “Veteran” Yogyakarta, Dr. Saptopo Bambang Ilkodar menjelaskan bahwa “pelatihan tersebut adalah bagian dari kontribusi kampus dalam meningkatkan kapasitas orang-orang muda agar mampu berkontribusi dan lebih peduli pada komunitas”.

Selain itu, Jurusan HI UPN “Veteran” Yogyakarta “melalui pengembangan sumber daya dan keterampilan negosiasi, mediasi dan resolusi konflik ingin berkontribusi bagi keamanan dan stabilitas sosial”.

Pelatihan ini adalah bagian dari upaya itu.

Menurut Koordinator program, Dr. Nikolaus Loy, Dosen Jurusan HI UPN “Veteran” Yogyakarta, Konflik yang dikelola dengan baik dapat mendorong perubahan sosial yang positif.

“Yang perlu dihindari adalah konflik dengan kekerasan yang menimbulkan korban berupa kerusakan sarana dan prasarana kehidupan manusia, korban jiwa, perpecahan sosial, dislokasi dan dampak negatif lain,” jelasnya.

Menurutnya, kemampuan mengelola dan melakukan resolusi konflik dapat  mencegah konflik bereskalasi menjadi kekerasan.

“Keterampilan bernegosiasi dapat menjadi sarana penyelesaian konflik secara damai,” jelasnya.

Bagi Niko, kemampuan manusia untuk menahan diri penggunaan kekerasan jauh lebih kuat dari kecenderungan menggunakan kekerasan dalam menyelesaikan konflik. Kemampuan ini juga dimiliki anak-anak muda NTT.

Sementara Ignasius Juru, pendamping rumah belajar NTT Bokesan Yogyakarta, mengatakan sangat optimis anak-anak muda NTT mampu membantu menyelesaikan konflik dalam komunitas asal mereka.

“Pelatihan ini membantu mereka mengembangkan kapasitas mereka sebagai promotor perdamaian di tengah masyarakat,” katanya.

Menurutnya, pelatihan menggabungkan metode ceramah, analisis dan role play. Ceramah mencakup perspektif konflik dan resolusi konflik, alat bantu analisis konflik dan teknik negosiasi.

“Peserta kemudian berlatih menganalisa konflik di mana mereka mengidentifikasi urutan kejadian, jaringan aktor yang terlibat, perilaku konflik, piramida konflik dan analisis pohon konflik,” imbuhnya.

Kasus yang digunakan adalah konflik pembangunan pembangkit listrik panas bumi di Poco Leok Manggarai.

Peserta kemudian bermain peran sebagai negosiator di mana mereka menerapkan teknik negosiasi untuk menyelesaikan kasus konflik yang diberikan.

Dalam sesi refleksi para peserta mengatakan bahwa pelatihan memberikan pengetahuan dan keterampilan baru yang tidak mereka dapatkan di bangku kuliah.

Mereka berharap agar pelatihan resolusi konflik diperluas bagi teman-teman lain dari NTT yang tinggal di Yogyakarta atau di daerah asal.

Penulis: Ronis Natom

Kota Kupang
Previous ArticleKejaksaan Negeri Sabu Raijua Daftar Kembali Perkara, Kuasa Hukum Anthoni Niti Susanto Sampaikan Keberatan
Next Article Kekayaan Hery Nabit Naik Drastis Selama Menjadi Bupati Manggarai

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.