Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Warga Diajak Bersatu Lawan Penjajah yang Akan Hancurkan Bumi Poco Leok
Ekbis

Warga Diajak Bersatu Lawan Penjajah yang Akan Hancurkan Bumi Poco Leok

By Redaksi17 Agustus 20232 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota Aliansi Masyarakat Adat Poco Leok, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pose bersama usai apel
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Joniardus Junar, bertindak sebagai pembina upacara dalam upacara bendera peringatan HUT RI ke-78 di halaman Gendang Lungar, Desa Lungar, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Kamis (17/08/2023). Upacara bendera tersebut diinisiasi oleh Aliansi Masyarakat Adat Poco Leok.

Dalam sambutannya, Joniardus Junar mengatakan, upacara bendera peringatan HUT RI ke-78 adalah salah satu bagian penting dan menjadi sorotan strategis oleh Aliansi Masyarakat Adat Poco Leok.

Ia mengajak para peserta upacara untuk merenungkan jasa para pahlawan dan pejuang bangsa Indonesia yang telah bersusah payah merebut dan mempertahankan tanah airnya dari penguasaan asing.

BACA JUGA: HUT RI ke-78, Merdeka Tanpa Geothermal

Perjuangan para pahlawan, kata dia, menjadi cerminan bagi perjuangan Aliansi Masyarakat Adat Poco Leok dalam mempertahankan wilayah itu dari ancaman ekspansi proyek geothermal.

Joniardus menilai, rencana eksploitasi geothermal di Poco Leok oleh perusahaan dan pemerintah adalah sebuah penjajahan bentuk baru di negeri ini, terutama di wilayah Poco Leok.

“Jika kita bersatu, itu akan menjadi kekuatan besar untuk melawan penjajah yang saat ini mencoba menghancurkan bumi Poco Leok yang telah kita jaga sebagai peninggalan leluhur kita,” tegas Joniardus.

Ia kemudian mendesak agar mencabut SK Bupati Manggarai tentang penetapan WKP Ulumbu di Poco Leok, dan menghentikan aktivitas PLN dan aparat keamanan di wilayah itu.

Joniardus juga mendesak agar menghentikan intimidasi dan politik pecah belah atas masyarakat Poco Leok. Lalu, mendesak bank KFW Jerman untuk menghentikan pendanaan proyek geothermal Poco Leok.

“Kami juga meminta agar mencabut Kepmen ESDM tentang penetapan Flores sebagai pulau geothermal, dan menghentikan upaya sertifikasi tanah lingko di wilayah Poco Leok oleh ATR/BPN,” tegasnya. [VoN]

Manggarai PLN PLTP Ulumbu Poco Leok
Previous ArticleHut RI ke-78, Merdeka Tanpa Geothermal
Next Article Bupati SBD Terima Penghargaan dari Gubernur NTT saat Peringatan HUT ke–78

Related Posts

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Rumah Warga di Cibal Barat Ambruk Diterpa Hujan dan Angin Kencang

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.