Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Sarpras dan SDM Naturalist Guide Jadi Sorotan, Komitmen PT Flobamor Dipertanyakan
Ekbis

Sarpras dan SDM Naturalist Guide Jadi Sorotan, Komitmen PT Flobamor Dipertanyakan

By Redaksi5 September 20234 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
PT Flobamor bersama Naturalist Guide saat memperbaiki sejumlah fasilitas di Pulau Padar (Foto: Ist)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Jumlah kunjungan ke sejumlah destinasi wisata dalam Kawasan Taman Nasional Komodo yang terus mengalami peningkatan menjadi tren positif bagi pariwisata Labuan Bajo.

Namun di balik itu, sejumlah pihak menilai masih banyak hal yang perlu dibenahi dalam mewujudkan pariwisata Labuan Bajo yang aman, nyaman, berkualitas dan berkelanjutan.

Sejumlah hal yang disoroti seperti peningkatan kualitas sarana dan prasarana serta peningkatan kuantitas dan kualitas SDM para naturalist guide.

Dalam postingan sejumlah pelaku wisata di Labuan Bajo pada laman Instagram @labuanbajo_info misalnya, sejumlah pelaku wisata menyoroti sejumlah hal.

Akun @risnohardi misalnya menyoroti sejumlah sarpras yang tidak memadai.

“Fasilitas dan kualitas dari dulu itu itu saja, tidak ada perubahan, terus apa gunanya Flobamora ini?” sebutnya dalam postingan tersebut.

Adapun sorotan lainnya disampaikan oleh pemilik akun bernama @fidel_travel_bajo yang mempertanyakan kualitas pelayanan dari naturalist guide PT Flobamor di Pulau Padar dan Pulau Komodo.

“Pelayanan mana dari Flobamor ini. gak ada service sama sekali baik di Padar Maupun Komodo,” ucapnya.

Adapun sejumlah sorotan lainnya menyasar kinerja para naturalist guide yang dinilai tidak kompeten. Selain itu disoroti juga kurangnya ketersediaan jumlah naturalist guide.

“@rikardusgopong: Pelayanan yang bagaimana, lawak melulu, tu tamu di Padar sekarang pada panjat tebing, naik tidak ikut jalur trekking, staff dari Flobamor cuman bisa liat harus disuruh terus untuk ditegur tamu yang jalan sembarang baru bergerak.”

“@risnohardi: Fasilitas juga diperhatikan dong, ranger local juga ditambah kuantitasnya, sering sekali kekurangan ranger di Pulau Komodo.”

“@Kokoamabajo: Krisis naturalist guide, buat tamu kita menunggu lama sampai 30 menit, rebutan guide, saling lempar isu kewalahan guide baik dari demitri maupun korlap, tamu 20 pax yang handle 1 naturalis guide, dermaga juga tidak ada yang atur keluar masuknya kapal maupun speed, sehinggah skoci kapal juga lama.menunggu, beberapa naturalis guide belum well trained, ect.  Ini beberapa drama TNK kita”

Sebelumnya, Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Hendrikus Rani berharap agar PT Flobamor terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada para wisatawan. Hendrikus juga menyoroti terkait sejumlah sarpras yang dianggap tidak layak dan perlu dibenahi pada.

Hal ini disampaikan Kepala BTNK mengingat PT Flobamor sesuai kesepakatan bersama BTNK dalam hal kerjasama penguatan fungsi Kawasan Konservasi TN Komodo memiliki kewajiban untuk membenahi serta meningkatkan kualitas sejumlah sarpras pada sejumlah destinasi wisata.

“Kita bergerak dari komitmen dasar yang tertuang dalam PKS. Di situ termuat jelas bahwa kehadiran Flobamor itu dalam rangka penguatan fungsi pengelolaan Taman Nasional Komodo sehingga kewajiban-kewajiban itu dalam rangka itu sudah pasti diarahkan untuk penguatan fungsi taman nasional bukan untuk melemahkan dan komitmen itu harus dijaga,” ujar Hendrikus beberapa waktu yang lalu.

Hendrikus mengatakan dalam beberapa aspek komitmen yang sudah dinyatakan dalam PKS tersebut masih banyak hal yang belum direalisasikan oleh PT Flobamor.

“Masih banyak kewajiban yang harusnya dipenuhi oleh PT Flobamor terkait dengan pernjanjian kerja sama yang sudah ditandatangani di samping mereka juga melakukan kegiatan pelayanan di dua lokasi, Padar dan Loh Liang. Sudah tentu Kita harapkan ada peningkatan kualitas pelayanan, tidak hanya berorientasi pada revenue tapi kualitas pelayanan juga harus menjadi perhatian,” jelasnya

Hendrikus menyebutkan, sejumlah hal yang harus segera ditingkatkan yakni pada kualitas sarana dan prasarana serta peningkatan kualitas  SDM para naturalist guide.

“Dari pengamatan saya itu banyak hal yang harus dibenahi oleh Flobamor, misalnya papan interpretasi, sarana dan prasarana kayak di Loh Liang, jembatan itu kan sudah mau roboh, kayak pemanduan, keterampilan dari naturalist guide harus ditingkatkan, harus selektif termasuk pelanggaran pelanggaran oleh naturalist guide yang sempat beredar di media sosial itu juga harus diintervensi oleh manajemen Flobamor jangan dibiarkan begitu,” bebernya.

Berangkat dari sejumlah hal ini, Hendrikus  berharap agar PT Flobamor mampu mengelola manajemen dengan baik sehingga bisa memberikan pelayanan yang berkualitas bagi wisatawan namun tetap memprioritaskan keberlangsungan konservasi di Pulau Komodo dan Pulau Padar.

“Saya kira mismanajemen di dalam melakukan kegiatan pelayanan kepada pengunjung, termasuk kepada sarpras yang mungkin belum menjadi prioritas sehinggah kita terus mendorong agar mereka lebih baik lagi dalam kualitas pelayanan kepada pengunjung,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur PT Flobamor, Abner Runpah saat dikonfirmasi terkait hal ini belum memberikan tanggapan hingga berita ini di-publish.

Penulis: Sello Jome

Labuan Bajo Mabar Manggarai Barat PT Flobamor Taman Nasional Komodo
Previous ArticleDinilai Keputusan Sangat Tepat Jokowi Angkat Sekda Menjadi Penjabat Gubernur Papua
Next Article Pria Asal Bali Ditangkap di Labuan Bajo karena Diduga Selundupkan Sabu-sabu

Related Posts

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

Kades Golo Riwu Luncurkan Program “Investor Serbu Desa”, Andalkan Porang Hadapi Risiko Krisis 2026

3 Maret 2026

Perumda Air Minum Kota Kupang Luncurkan Promo Sambungan Baru dan Website Resmi Jelang HUT ke-17

2 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.