Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX DESA»Kades Golo Riwu Luncurkan Program “Investor Serbu Desa”, Andalkan Porang Hadapi Risiko Krisis 2026
VOX DESA

Kades Golo Riwu Luncurkan Program “Investor Serbu Desa”, Andalkan Porang Hadapi Risiko Krisis 2026

By Redaksi3 Maret 20263 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Desa Golo Riwu, Ignasius Didimus Loyola Mense (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, VoxNTT.com – Kepala Desa Golo Riwu, Ignasius Didimus Loyola Mense, meluncurkan program “Investor Serbu Desa” dengan menempatkan pemberdayaan ekonomi sebagai panglima pembangunan desa pada 2026. Program ini digagas sebagai respons atas prediksi risiko krisis ekonomi global tahun depan.

Ignasius, yang akrab disapa Edo, mengatakan pemerintah desa mengambil langkah strategis dengan menjadikan budidaya porang sebagai fokus utama pembangunan di tengah kebijakan efisiensi anggaran infrastruktur nasional.

“Fokus utama desa di tahun 2026 ini adalah penguatan sektor pertanian modern, dengan Porang sebagai komoditas unggulan utama,” kata dia kepada VoxNtt.com, Selasa, 3 Maret 2026.

Menurut dia, pemilihan porang didasarkan pada analisis pasar. Ia menilai harga porang pada 2026 diperkirakan lebih stabil dan prospektif dibandingkan komoditas lain.

“Kalau kita lihat dan amati, permintaan dunia kini bergeser pada produk turunan bernilai tambah seperti tepung glucomannan dan beras porang, bukan lagi sekadar umbi mentah,” ungkapnya.

Karena itu, Pemerintah Desa Golo Riwu berkomitmen membagikan bibit unggul kepada masyarakat yang memiliki lahan produktif untuk mendukung pengembangan komoditas tersebut.

“Kita jangan terlalu bermimpi dan hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik. Yang paling krusial adalah Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) lokal. Jika rakyat punya penghasilan, desa akan kuat,” tegas Edo.

Ia menegaskan pertanian modern tidak sekadar aktivitas bercocok tanam, tetapi juga menuntut peningkatan kapasitas dan keterampilan petani dalam pengelolaan komoditas secara profesional.

“Dengan SDM yang terampil mengelola Porang secara profesional, Golo Riwu akan memiliki daya tawar tinggi di mata investor,” kata dia.

Edo optimistis strategi pengelolaan porang dapat memantik minat investor untuk masuk ke Desa Golo Riwu.

“Strategi ini dirancang untuk menciptakan ekosistem bisnis yang matang. Dengan ketersediaan bahan baku porang yang melimpah dan berkualitas, investor pengolahan pangan diharapkan akan datang membangun pabrik atau jalur ekspor langsung dari desa ini,” kata dia.

Menurut dia, program pemberdayaan tersebut juga diposisikan sebagai pemantik pembangunan infrastruktur jalan di desa. Ia meyakini pertumbuhan ekonomi akan mendorong percepatan pembangunan fisik.

“Selama ini, keterbatasan anggaran sering kali menghambat perbaikan akses jalan. Namun, dengan menjadikan Golo Riwu sebagai pusat produksi porang nasional, urgensi pembangunan jalan akan meningkat secara otomatis,” tegasnya.

Edo menambahkan, penguatan sektor sumber daya alam melalui porang dan peningkatan kualitas sumber daya manusia diyakini akan menjadi pemicu keberhasilan program pembangunan desa lainnya.

Pemerintah Desa Golo Riwu, kata dia, ingin membuktikan bahwa kemandirian ekonomi merupakan fondasi utama bagi pembangunan fisik yang berkelanjutan.

“Jika ekonomi warga sudah mandiri dan desa kita menjadi pusat perhatian investor karena porang, maka infrastruktur jalan bukan lagi sekadar impian, melainkan kebutuhan logistik yang harus dipenuhi oleh negara,” tutupnya.

Penulis: Sello Jome

Desa Golo Riwu Mabar Manggarai Barat
Previous ArticleDapur MBG Gako Dihentikan karena Berdiri di Atas Tanah yang Telah Diserahkan ke Pemda
Next Article RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

Related Posts

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.