Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Kasus ODGJ di Manggarai Barat Naik Jadi 745 Orang, Dinkes Catat 35 Kasus Pemasungan
Regional NTT

Kasus ODGJ di Manggarai Barat Naik Jadi 745 Orang, Dinkes Catat 35 Kasus Pemasungan

By Redaksi1 Agustus 20262 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Camat Welak, Heribertus Manggas saat mengunjungi salah satu ODGJ di Desa Watu Umpu, Kecamatan Welak Kabupaten Manggarai Barat, Rabu, 29 Juli 2026
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, VoxNTT.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat mencatat jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di daerah itu meningkat pada semester I 2026. Hingga pertengahan tahun, tercatat sebanyak 745 ODGJ, naik dibandingkan 730 kasus pada 2025.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat, Theresia Primadona Asmon, mengatakan jumlah ODGJ terbanyak berada di wilayah kerja Puskesmas Wae Nakeng. Pada semester I 2026, puskesmas tersebut menangani 87 ODGJ, meningkat dari 78 pasien pada 2025.

Menurut Theresia, pelayanan kesehatan jiwa di Kabupaten Manggarai Barat telah dilaksanakan melalui seluruh puskesmas dan didukung oleh fasilitas pelayanan rujukan.

Perempuan yang akrab disapa Ney itu mengungkapkan, pada 2026 masih ditemukan 35 kasus pemasungan yang tersebar di sejumlah wilayah kerja puskesmas di Manggarai Barat.

Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan pelayanan kesehatan jiwa, pendampingan kepada keluarga pasien, serta koordinasi lintas sektor untuk mencegah dan menangani praktik pemasungan.

“Kabupaten Manggarai Barat belum memiliki psikolog klinis pada fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah,” kata dia saat dikonfirmasi VoxNTT.com, Jumat, 31 Juli 2026.

Theresia mengatakan, layanan spesialistik kesehatan jiwa saat ini didukung oleh seorang psikiater yang bertugas di RSUD Komodo.

Meski demikian, pemerintah daerah terus mengupayakan ketersediaan obat-obatan kesehatan jiwa guna menjamin keberlangsungan pengobatan bagi ODGJ.

“Sedangkan layanan rehabilitasi masih dilaksanakan melalui jejaring rujukan dan kerja sama lintas sektor sesuai kebutuhan pasien,” lanjut dia.

Ia menambahkan, penanganan ODGJ di Kabupaten Manggarai Barat tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, termasuk tokoh-tokoh agama, agar upaya pemulihan dan pendampingan pasien dapat berjalan lebih optimal.

Penulis: Sello Jome

Dinkes Mabar Mabar Manggarai Barat ODGJ
Previous ArticleBejo MY Sampaikan Hak Jawab, Bantah Lakukan Penganiayaan terhadap Nelayan

Related Posts

Camat Welak: Pembangunan SPPG 3T Watu Umpu Capai 90 Persen

31 Juli 2026

Julie Laiskodat Sosialisasikan UU Sektor Keuangan di Manggarai, Soroti Bahaya Judi Online

31 Juli 2026

DPRD Manggarai Soroti Maraknya Judi Online, Sebut Ancam Ekonomi dan Kehidupan Sosial

30 Juli 2026
Terkini

Kasus ODGJ di Manggarai Barat Naik Jadi 745 Orang, Dinkes Catat 35 Kasus Pemasungan

1 Agustus 2026

Bejo MY Sampaikan Hak Jawab, Bantah Lakukan Penganiayaan terhadap Nelayan

1 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026

Camat Welak: Pembangunan SPPG 3T Watu Umpu Capai 90 Persen

31 Juli 2026

Julie Laiskodat Sosialisasikan UU Sektor Keuangan di Manggarai, Soroti Bahaya Judi Online

31 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.