Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Kasus Perkelahian di Wae Paci Lamba Leda Utara,  Satu Orang Tewas, Begini Kata Polisi
HEADLINE

Kasus Perkelahian di Wae Paci Lamba Leda Utara,  Satu Orang Tewas, Begini Kata Polisi

By Redaksi14 September 20232 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Alosius Ali, korban yang tewas dalam kasus perkelahian di Wae Paci, Desa Golo Mangung, Kecamatan Lamba Leda Utara, Matim pada Rabu (13/09/2023) malam (Foto: Supply)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Nahas menimpa Alosius Ali. Pria berumur 68 tahun itu harus meregang nyawa dalam kejadian perkelahian antarpemuda di Wae Paci, Desa Golo Mangung, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur pada Rabu (13/09/2023) malam.

Kapolres Manggarai Timur, AKBP I Ketut Widiarta, mengungkapkan kasus perkelahian tersebut terjadi saat acara syukuran penerimaan sakramen Komuni Pertama atau Sambut Baru dari  seorang anak bernama Grecia Eka Putri.

Syukuran dari putri Mikhael Sadiman dan Eleonora Muliati itu berlangsung di halaman Kampung Wae Paci.

Alosius Ali meninggal setelah dilaporkan mengalami luka robek di tangan bagian kiri.

“Peristiwa tersebut terjadi diduga karena mabuk minuman alkohol jenis Sopi dan Tuak Putih di tempat acara Sambut Baru,” terang Kapolres Ketut saat dihubungi VoxNtt.com, Kamis (14/09/2023).

Menurut dia, dalam kejadian tersebut tak hanya merenggut nyawa Alosius Ali yang adalah pria kelahiran Wae Paci tahun 1955 silam, beberapa orang lain juga mengalami luka-luka.

Salah satunya adalah Eginasius Letor Sabon (35) seorang pria yang menjabat sebagai Kepala Desa Golo Rentung, Kecamatan Lamba Leda, Manggarai Timur.  Eginasius sendiri berasal dari Kampung Ajang, Desa Golo Rentung.

“Catatan medis (Eginasius Letor Sabon) mengalami luka robek dari dahi sampai pipi sebelah kiri,” katanya.

Menurut Kapolres Ketut, Eginasius sempat dirawat di Puskesmas Benteng Jawa sebelum dirujuk ke RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai. Selanjutnya, Kepala Desa Golo Rentung dua periode itu dirujuk ke Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Selain itu, di balik aksi perkelahian itu Pius Ral (66) juga mengalami luka robek di tangan kanan,  serta punggung kiri dan kanan.

“Korban sempat dirawat di Puskesmas Benteng Jawa,” terang Kapolres Ketut.

Kemudian,  Fidelis Aroi Arno (21) asal Kampung Waso, Desa Golo Rentung, Kecamatan Lamba Leda,  juga mengalami luka robek pada bahu kiri.

“Korban sempat dirawat di Puskesmas Benteng Jawa dan dirujuk ke RSUD  Ben Mboi,” katanya.

Kapolres Ketut menambahkan, setelah kejadian perkelahian situasi di Kampung Wae Paci, Desa Golo Mangung,  Kecamatan Lamba Leda Utara dan di Kampung Ajang, Waso, Desa Golo Rentung, Kecamatan Lamba Leda  kembali aman.

Setelah mendapat laporan warga , kata dia, Polsek Lamba Leda di bawah pimpinan Kapolsek Ipda Aris Ahmad bersama anggota langsung mendatangi TKP untuk mencari bahan dan keterangan (baket).  Di sana, polisi memberikan imbauan kepada kedua keluarga korban untuk tetap menjaga situasi yang aman .

“Bahwa saat ini para pelaku belum bisa diamankan karena kondisi para pelaku dalam keadaan luka dan masih dalam perawatan medis,” tutup Kapolres Ketut.

Penulis: Ardy Abba

AKBP I Ketut Widiarta Kapolres Matim Lamba Leda Lamba Leda Utara Manggarai Timur Matim Polres Matim Polsek Lamba Leda
Previous ArticlePukul Satpam BRI, Kapolres Mabar Beri Sinyal Tidak Lindungi Anak Buahnya
Next Article Lewat Prakongres, Kementerian ATR/BPN Wajib Beri Pembekalan Teknis untuk PPAT

Related Posts

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

Penyidik Polresta Kupang Dinilai Tak Berani Periksa Tim SPPG Polda NTT

3 Maret 2026

Jalan Terbelah akibat Tanah Bergerak di Rana Poja Manggarai Timur, Warga Minta Pemerintah Atasi

2 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.