Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Termasuk Kabupaten Rawan Konflik, Ini Imbauan Bawaslu Malaka
Pilkada

Termasuk Kabupaten Rawan Konflik, Ini Imbauan Bawaslu Malaka

By Redaksi18 Oktober 20233 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Malaka, Hilarius Bria Suri
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Betun, Vox NTT-Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masuk dalam kategori indeks kerawanan pemilu (IKP) tinggi karena maraknya kegiatan kampanye di luar jadwal.

Demikian disampaikan Anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty dalam Rapat Koordinasi Nasional Pencegahan dan Persiapan Pengawasan Kampanye Pemilihan Umum 2024 di Kupang, Minggu (15/10/2023).

“Provinsi NTT semula masuk dalam indeks kerawanan pemilu (IKP) dengan kategori rawan sedang tetapi begitu kami melihat lagi dengan baik maka rawan tinggi pada dimensi kontestasi pemilu karena maraknya kegiatan kampanye di luar jadwal,” katanya.

Dia menjelaskan dimensi kontestasi pemilu di NTT rawan tinggi walaupun secara akumulasi empat dimensi besar rawan sedang skor mencapai 56,75 karena salah satu indikator maraknya kampanye di luar jadwal.

Menurut dia, apabila melihat peristiwa pilkada maupun pemilu sebelumnya, maka ini menjadi hal yang harus dipikirkan dengan baik bagaimana caranya kerawanan tinggi itu tidak terjadi lagi.

Ia mengatakan pihaknya sebagai pengawas pemilu perlu memitigasi risiko dan memastikan identifikasi kerawanan dilakukan secara berkelanjutan penting dilakukan.

Bawaslu RI, katanya, wajib memiliki keberanian menjalankan kerja profesional sehingga forum diskusi dalam rapat koordinasi nasional yang dilakukan di Kupang akan menambah energi positif untuk keberanian dan mengidentifikasi isu-isu kerawanan sejak dini.

Selain itu, Bawaslu RI menyebut, Kabupaten Alor dan Malaka menjadi dua wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berstatus rawan tinggi konflik suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) di pemilihan umum (Pemilu) 2024.

Sebagai daerah yang dinilai rawan konflik saat pemilu 2024, Bawaslu Kabupaten Malaka tidak tinggal diam untuk meminimalisir ancaman terjadinya konflik tersebut.

Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Malaka, Hilarius Bria Suri membenarkan hal tersebut.

Dia menyebutkan Kabupaten Malaka salah satu daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang berpotensi kuat rawan konflik.

Untuk itu, menurut Hilarius Bria Suri, pihaknya sudah menyiapkan langkah antisipasi guna mencegah potensi tersebut.

“Kami Bawaslu Malaka sudah menyiapkan langkah antisipasi pencegahan untuk meminimalisir potensi kerawanan tersebut,” kata Hilarius ditemui di ruang kerjanya, Selasa (17/10/2023).

Bawaslu Malaka juga sedang melakukan mitigasi dan upaya pencegahan dari tingkat kabupaten,  kecamatan dan desa.

“Bawaslu Malaka sedang melakukan upaya pencegahan. Kita mendorong pengawas pemilu di setiap wilayah agar melakukan upaya pencegahan demi mencegah terjadinya konflik terkait pemilu nanti,” ungkap Hilarius.

Bawaslu Malaka juga mengimbau seluruh pelaku politik agar dapat menahan diri agar tidak melakukan kampanye di luar jadwal yang sudah ditetapkan.

“Hal ini agar tidak menimbulkan riuh di masyarakat.  Jadwal kampanye belum waktunya. Kami dari Bawaslu Malaka mengimbau agar semua partai politik dan calon legislatif atau  bakal calon bupati dan wakil bupati menahan diri untuk tidak berkampanye,” ujar Hilarius.

“Hal ini agar demokrasi di Indonesia dan khususnya di Malaka dapat tumbuh dengan sehat dan aman. Ini yang kita harapkan,” kata Hilarius.

Penulis: Frido Umrisu Raebesi

Bawaslu Malaka Malaka
Previous ArticleTim Pra PON NTT Pimpin Klasemen Grup D Usai Menang Besar Lawan NTB
Next Article Sosok Ganjar Pranowo Tidak Asing di Malaka, Tokoh Pejuang Pemekaran Kabupaten Malaka

Related Posts

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

PMKRI Ruteng Datangi Bawaslu Manggarai, Soroti Politik Uang hingga Hak Pilih Disabilitas

13 Februari 2026

Dapil di Manggarai Perlu Dievaluasi, Bawaslu: Akan Disampaikan ke Bawaslu RI

11 Februari 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.