Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»MAHASISWA»FKIP Unika Ruteng Gelar Seminar Nasional Sambut Hari HAM Internasional
MAHASISWA

FKIP Unika Ruteng Gelar Seminar Nasional Sambut Hari HAM Internasional

By Redaksi7 Desember 20232 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Dalam rangka memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional, FKIP Unika Santu Paulus Ruteng menggelar Seminar Nasional, Kamis (07/12/2023).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Dalam rangka memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional, FKIP Unika Santu Paulus Ruteng menggelar Seminar Nasional, Kamis (07/12/2023).

Seminar dengan tema “HAM dalam Perspektif Ilmu Filsafat dan Sosial” itu dihadiri lebih dari 800 peserta dari berbagai Perguruan Tinggi, institusi pemerintah, kepolisian, TNI, serta pegiat dan aktivis HAM.

Dua narasumber utama hadir dalam seminar ini yaitu, Prof. Dr. Fransisco Budi Hardiman dan Dr. Maksimus Regus.

Keduanya membahas peran filsafat dan ilmu sosial dalam pemahaman HAM.

Seminar nasional ini dilangsungkan dalam model hybrid.

Prof. Hardiman, dari Universitas Pelita Harapan, menyampaikan pandangannya secara daring. Sementara Dr. Regus hadir secara langsung di kampus Unika Santu Paulus Ruteng.

Dalam sambutan pembuka, Dekan FKIP Unika Santu Paulus Ruteng, Dr. Yohanes Mariano Dangku, menekankan urgensi pemahaman HAM dari perspektif filsafat dan ilmu sosial.

Dia mencatat peristiwa internasional, seperti pemberian Nobel Perdamaian kepada Narges Mohammadi, sebagai inspirasi bagi Indonesia untuk menangani tantangan HAM, termasuk isu kebebasan beragama dan eksploitasi sumber daya alam.

Dalam suasana yang penuh inspirasi, seminar ini menjadi wadah refleksi terhadap peristiwa-peristiwa pelanggaran HAM di Tanah Air.

Pembicara juga menggarisbawahi peran pendidikan dalam membentuk kesadaran HAM di kalangan masyarakat, dengan menyoroti upaya Pemerintah dalam Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan.

Penyelenggaraan seminar secara hybrid, dengan kombinasi tatap muka dan daring, memberikan akses luas bagi peserta dari berbagai tempat dan latar belakang.

Ketua Panitia Penyelenggara Seminar Nasional, Yohanes W. Dasor menyampaikan terima kasih kepada pembicara, peserta, dan seluruh panitia penyelenggara.

Seminar ini tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga momentum untuk meresapi kompleksitas tantangan HAM di era kontemporer.

Dengan demikian, peserta diharapkan dapat berperan sebagai pembudaya HAM, memberikan perlindungan dan advokasi untuk hak-hak dasar setiap individu.

Penulis: Leo Jehatu

FKIP Unika Ruteng Unika St. Paulus Ruteng
Previous ArticleDiresmikan Erick Tohir, Golo Mori Convention Center Jadi Magnet Baru Pariwisata di Indonesia Timur
Next Article Isu Mutasi Menguat, Lima Kepala OPD di Manggarai Dipanggil ke Kantor Bupati

Related Posts

Seminari Kisol Luncurkan Renstra 2026–2031 untuk Hadapi Tantangan Era VUCA

5 Maret 2026

Renstra 2026–2031 Jadi Momentum Pembenahan Seminari Pius XII Kisol

5 Maret 2026

Seminari Pius XII Kisol Susun Renstra 2026–2031, Fokus pada Penguatan Kesehatan, Gizi, dan Tata Kelola

5 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.