Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Perumda Tirta Komodo Berencana Lapor Kades Wae Ri’i dengan Delik Curi Fasilitas Umum ke Polres Manggarai
HUKUM DAN KEAMANAN

Perumda Tirta Komodo Berencana Lapor Kades Wae Ri’i dengan Delik Curi Fasilitas Umum ke Polres Manggarai

By Redaksi19 Desember 20233 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Direktur Perumda Daerah Air Minum Tirta Komodo kabupaten Manggarai Marsel Sudirman bersama unsur penting PDAM saat konferensi pers di Ruteng, Rabu (13/12/2023) (Foto: Igen Padur/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Komodo Ruteng berencana melaporkan kepela desa Wae Ri’i bersama enam warna lainnya di desa tersebut dengan delik ‘curi fasilitas publik’ lantaran melakukan aksi copot meteran air dan tidak bayar iuran air sejak tahun 2019 yang lalu.

Laporan itu merupakan langkah akhir mengingat telah banyak upaya yang dilakukan pihak Perumda Tirta Komodo Ruteng selama ini agar masalah tersebut bisa diselesaikan dengan baik tanpa ada pihak-pihak yang dirugikan.

Namun, berbagai upaya pendekatan yang ditempuh pihak perusahaan tidak kunjung menghasilkan kesepakatan. Warga yang satu desa dengan tujuh pihak yang enggan bayar air itu akhirnya melakukan aksi mogok bayar air. Ini sebagai aksi protes kepada terhadap ulah tujuh pelanggan yang tidak banyak air.

BACA JUGA: Klaim Punya Hak Terhadap Air, Kades Wae Ri’i Enggan Bayar Iuran Air PDAM, Warga Protes

Buntut dari persoalan tersebut, pihak Perumda Tirta Komodo telah mencopot sejumlah meteran dari puluhan pelanggan yang melakukan aksi mogok bayar iuran air tersebut. Dan kini berencana menempuh jalur hukum untuk melaporkan Kades Wae Ri’i bersama enam warga lainnya yang enggan bayar iuran dan mencopot meteran secara sepihak.

“Yang terbaru yang kami lakukan kami sudah meminta bantuan Polsek, bahkan kami sudah membuat laporan kepolisian. Tolong panggil ini Kepala Desa (Kristian Apul) karena salah satu pionernya di bawah adalah kepala desa termasuk kepala sekolah SMK Swakarsa Ruteng itu,” jelas Direktur Perumda Air Minum Tirta Komodo, Marsel Sudirman, Rabu (13/12/2023).

Direktur Marsel mengaku, dirinya sudah menempuh berbagai pendekatan yang mengedepankan kemanusiaan. Rupanya, pendekatan itu tidak berhasil sehingga membuat pihak perusahaan menempuh jalur hukum.

BACA JUGA: Tujuh Pelanggan PDAM Dibiarkan Sambung Langsung Tanpa Meteran, Puluhan Pelanggan Protes dan Mogok Bayar

“Memang kesulitan kita selama ini masih banyak unsur kemanusian. Resikonya adalah kepada yang lain. Ini tahun kami mau tuntasksn dan kita sudah melibatkan kepolisian. Supaya mereka dipanggil dan masuk kategori melakukan pencurian fasilitas publik. Kita sudah bikin surat ke Polres Manggarai. Dan sekarang masih dalam negosiasi,” tambahnya.

Untuk diketahui, langkah Kepala Desa Wae Ri’i Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, Kristian Apul, yang menolak pasang meteran dan enggan membayar iuran air sejak tahun 2019 lalu menuai aksi protes masyarakat.

Masyarakat yang melakukan aksi protes itu mempertanyakan alasan Kades Apul dan enam orang warga lainnya sehingga tidak memasang meteran dan enggan membayar air.

Tidak sebatas mempertanyakan, masyarakat yang merupakan pelanggan aktif air di desa tersebut juga melakukan aksi mogok bayar air secara massal sehingga saat ini meteran mereka pun telah disita oleh pihak Perumda Tirta Komodo.

VoxNtt.com sebelumnya telah berupaya menghubungi Kepala Desa Wae Ri’i Kristian Apul, salah satu dari 7 pelanggan yang tidak membayar air untuk dimintai alasan di balik langkahnya.

Namun, Kades Apul tidak menjabarkan secara detail alasannya karena masih harus berkonsentrasi pada kegiatan yang sedang diikutinya.

“Saya masih mengikuti kegiatan di Hotel Revayah. Sehingga belum bisa memberikan keterangan secara detail tentang itu,” ujarnya kepada VoxNtt.com, Rabu (22/11/2023).

Penulis: Igen Padur

Desa Wae Ri'i Manggarai Perumda Tirta Komodo Ruteng
Previous ArticleSelamatkan Lingkungan dari Aktivitas Tambang Jadi Alasan Heri Baben Maju Caleg DPRD NTT
Next Article Rapat Paripurna DPRD Mabar Diwarnai Kursi Kosong, Darius Angkur: Sesuai Tatib Tidak Ada Persoalan

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

Rumah Warga di Cibal Barat Ambruk Diterpa Hujan dan Angin Kencang

5 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.