Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Gagasan»Mendekonstruksi Paradigma Evaluasi Akademik: Kolaborasi, Teknologi, dan Masa Depan Pendidikan di SMP St. Klaus Kuwu
Gagasan

Mendekonstruksi Paradigma Evaluasi Akademik: Kolaborasi, Teknologi, dan Masa Depan Pendidikan di SMP St. Klaus Kuwu

By Redaksi29 April 20243 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Evaluasi akademik di lingkungan pendidikan di SMP St Klaus Kuwu pada Senin, 29 April 2024
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Oleh: Febri M Angsemin

Alumnus IFTK Ledalero/Staf pembina SMPK St Klaus kuwu

Pelaksanaan evaluasi akademik di lingkungan pendidikan merupakan momen krusial yang memperlihatkan kemajuan dan kemampuan siswa.

Hal serupa terjadi di SMP St. Klaus Kuwu pada Senin, 29 April 2024, ketika dimulainya serangkaian ujian sekolah bagi siswa kelas tiga.

Dengan total partisipan sebanyak 65 siswa, berbagai tantangan dan peluang muncul dalam mengukur penguasaan pengetahuan serta keterampilan mereka.

Pemanfaatan teknologi berbasis android dalam pelaksanaan evaluasi memberikan manfaat efisiensi dan kemudahan tersendiri.

Namun, sebagaimana dihadapi oleh sebagian siswa, kendala jaringan handphone yang kurang stabil menjadi tantangan awal.

Walaupun begitu, keberadaan pengawas yang siap membantu saat situasi mengharuskan memberikan keyakinan bahwa proses evaluasi tetap dapat berjalan dengan lancar meski menghadapi kendala teknis.

Pada hari pertama pelaksanaan evaluasi, fokus utama diberikan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan PPKN. Mulai dari proses pengisian data diri hingga akses terhadap bank soal, seluruh tahapan dilaksanakan dengan seksama dan detil.

Walaupun sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam mengakses soal-soal di platform Google Classroom, kolaborasi yang terjalin antara pengawas, pihak sekretariat, guru mata pelajaran, dan guru TIK mampu mengatasi kendala tersebut dengan cepat dan efektif.

Pentingnya evaluasi akademik tidak hanya terbatas sebagai penentu nilai akhir, melainkan juga sebagai sarana bagi siswa-siswi dalam mengaplikasikan pengetahuan yang telah mereka peroleh selama tiga tahun.

Serangkaian evaluasi selama tujuh hari ke depan menjadi momen penting dalam menentukan langkah selanjutnya dalam pendidikan mereka menuju jenjang SMA.

Dengan persiapan yang matang, termasuk kesiapan pengawas dalam mengawasi dan memantau keseluruhan proses evaluasi, diharapkan hasil yang objektif dan adil dapat dicapai.

Keputusan dari lembaga pendidikan SMP St. Klaus Kuwu untuk menggunakan soal evaluasi berbasis AKM layak diapresiasi.

Tindakan ini mencerminkan komitmen mereka dalam mengikuti standar evaluasi yang sesuai dengan perkembangan pendidikan saat ini.

Apresiasi dari Mansueta Saiman,  selaku pengawas evaluasi, menegaskan pentingnya langkah ini dalam menjaga integritas dan kualitas evaluasi akademik.

Kolaborasi yang terjalin antara lembaga pendidikan, pengawas, dan siswa-siswi menjadi kunci utama dalam mencapai kesuksesan dalam pelaksanaan evaluasi.

Partisipasi aktif dari semua pihak dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang timbul menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga kualitas dan kelancaran proses evaluasi akademik.

Perlu diingat bahwa evaluasi akademik bukanlah satu-satunya penentu kesuksesan siswa di masa depan.

Proses pembelajaran yang berkelanjutan, dukungan dari lingkungan pendidikan, dan perkembangan kepribadian siswa dalam menghadapi tantangan juga memegang peranan penting dalam menentukan masa depan mereka.

Dalam konteks ini, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh capaian nilai akademik semata, tetapi juga oleh kemampuan siswa dalam mengembangkan keterampilan, kepribadian, dan sikap yang positif.

Evaluasi akademik hanyalah salah satu langkah dalam perjalanan panjang menuju kesuksesan yang lebih besar dan berkelanjutan bagi setiap siswa di SMP St. Klaus Kuwu.

Febri M Angsemin
Previous ArticleSekilas tentang Budaya Pesta Sekolah di Manggarai: Anggur Lama dalam Kemasan Baru 
Next Article Peserta Akademi Golkar NTT Antusias, Sampaikan Terima Kasih Bagi Penggagas

Related Posts

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Memburu “Hantu”, Memukul Manusia, dan Psikologi Sosial

6 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.