Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Sebut Laka Lena Jadikan Golkar Partai Tertutup, Sebastian Salang Dicap Kurang Komunikatif
Pilkada

Sebut Laka Lena Jadikan Golkar Partai Tertutup, Sebastian Salang Dicap Kurang Komunikatif

By Redaksi15 Mei 20242 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Wakil Sekjend Bidang Pemenangan Pemilu DPP Golkar Wilayah Bali, NTB dan NTT, Herman Hayong (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Bakal calon wakil gubernur NTT Sebastian Salang menyebut Melki Laka Lena menjadikan Golkar sebagai partai tertutup.

Bahkan ia menyebut Melki yang adalah Ketua DPD I Partai Golkar NTT itu mengangkangi aturan dan mengabaikan keputusan rapat pimpinan daerah Golkar secara sepihak.

Padahal menurut dia, Rakorpim memutuskan Partai Golkar mesti terbuka menerima semua pendaftaran bakal calon gubernur dan wakil gubernur NTT.

“Ia mengubah keputusan itu lalu menyatakan dirinya sendirilah yang hanya direkomendasikan maju melalui Partai Golkar sebagai calon gubernur,” kata Sebastian dikutip victorynews.id.

Wakil Sekjend Bidang Pemenangan Pemilu DPP Golkar Wilayah Bali, NTB dan NTT, Herman Hayong kemudian angkat bicara.

Ia menganggap Sebastian kurang menjalin komunikasi dengan DPD Partai Golkar  Provinsi NTT.

Herman menegaskan, tidak ada satupun aturan organisasi atau Juklak dan Juknis yang mewajibkan DPD Golkar Provinsi untuk membuka pendaftaran calon kepala daerah.

“Fungsi partai politik adalah melakukan rekrutmen kader secara berjenjang untuk dipersiapkan menduduki jabatan kekuasaan tertentu dalan kehidupan berbangsa,” kata dia, Selasa (15/5/2024) malam.

Menurut Herman, rekrutmen calon kepala daerah sudah dilakukan satu tahun sebelum pemilu legislatif dan pilpres digelar.

“Dan dari banyak nama yang masuk, kemudian baik DPP maupun pengurus secara berjenjang melakukan evaluasi yang berujung pada pemberian surat tugas oleh DPP Partai Golkar menjelang pilpres dan pileg. Setelah pilpres dan pileg kami melakukan evaluasi secara menyeluruh,” ujarnya.

Herman menegaskan, jika ada kader apalagi pengurus DPP yang berkeinginan maju menjadi calon kepala daerah maka bisa mengikuti saja mekanisme rekrutmen dari tingkat kabupaten/kota.

“Atau bisa saja datang ke DPP menemui saya selaku Wakil Sekjend Bidang Pemenangan Pemilu DPP Golkar Wilayah Bali, NTB dan NTT agar bisa masukan  namanya untuk disurvei,” tegasnya.

Herman kembali menegaskan bahwa Sebastian kurang komunikatif dengan pengurus di DPD I Partai Golkar NTT.

“Jadi sangat tidak beralasan jika ada yang mengatakan Melki Laka Lena membuat Partai Golkar menjadi tertutup dan melanggar aturan, mungkin yang bersangkutan kurang komunikasi dengan teman-teman di daerah dan kita yang ada di DPP,” tegasnya.

Penulis: Ronis Natom

Emanuel Melkiades Laka Lena Golkar Golkar NTT Herman Hayong Melki Laka Lena Pilgub NTT Pilgub NTT 2024 Sebastian Salang
Previous ArticleKunjung Perdana ke Ngada, Danrem 161 Wirasakti Kupang Bahas Masalah Percintaan Prajurit
Next Article Anak Muda Diajak Bergabung dengan AIC Labuan Bajo, Ada Peluang Berkerja di Luar Negeri

Related Posts

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Belanja Pegawai NTT Tembus 40 Persen, Gubernur dan Kepala Daerah Siap Lobi Tiga Kementerian

3 Maret 2026
Terkini

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Memburu “Hantu”, Memukul Manusia, dan Psikologi Sosial

6 Maret 2026

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.