Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Edi Endi Sebut Penanganan Stunting di Mabar Jauh Lebih Baik Ketimbang 3,5 Tahun yang Lalu
Pilkada

Edi Endi Sebut Penanganan Stunting di Mabar Jauh Lebih Baik Ketimbang 3,5 Tahun yang Lalu

By Redaksi29 Juli 20243 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Edistasius Endi dan Yulianus Weng (paket Edi-Weng) saat hadir deklarasi dukungan ribuan Relawan Gerakan Pemuda (Garda) Muda Edi-Weng di Aula Arnoldus Jansen Labuan Bajo, Sabtu (27/7/2024) petang (Foto: Facebook Garda Edi-Weng)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT– Edistasius Endi dan Yulianus Weng (paket Edi-Weng) resmi dilantik menjadi bupati dan wakil bupati Manggarai Barat pada 26 Februari 2021.

Saat itu keduanya dilantik oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat di Aula Rumah Jabatan Guberur NTT.

Usai dilantik, paket Edi-Weng langsung tancap gas dan tampak serius menangani stunting di Manggarai Barat. Kini, Bupati Edi mengklaim upaya penurunan prevalensi stunting di kabupaten ujung barat Pulau Flores itu sudah lebih baik ketimbang tiga setengah tahun lalu, sebelum paket Edi-Weng menjabat.

Klaim Edi disampaikan saat menyampaikan orasi di depan ribuan Relawan Gerakan Pemuda (Garda) Muda Edi-Weng di Aula Arnoldus Jansen Labuan Bajo, Sabtu (27/7/2024) petang.

Klaim Ketua DPW NasDem NTT itu juga terkonfirmasi dengan data yang diperoleh Vox NTT. Pada periode timbang Agustus tahun 2022, angka prevalensi stunting tingkat Kabupaten Manggarai Barat adalah 15,9 persen atau 3.675 anak stunting. Sedangkan pada periode timbang Februari tahun 2023, angka prevalensi stunting turun menjadi 9,0 persen atau 2.130 anak stunting.

Dari intervensi yang dilakukan pemerintah, prevalensi stunting merujuk pada penimbangan bulan Februari 2024 sebesar 8,6 persen, turun jika dibandingkan tahun 2022 lalu sebesar 15 persen.

Penting Ada Kerja Sama

Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, sebagaimana dikutip dari website Bappeda Manggarai Barat, menegaskan betapa pentingnya kerja sama dan sama-sama bekerja dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Manggarai Barat.

“Penanganan stunting ini adalah urusan konvergensi. Ini kerja bersama dan sama-sama bekerja,” ujar Weng ketika menyampaikan sambutan pada kegiatan hari terakhir ‘Peningkatan Kualitas Review Kinerja Tahunan Percepatan Penurunan Stunting dan Penguatan Kapasitas TPPS Kabupaten Manggarai Barat’, yang berlangsung di Aula Setda Kantor Bupati Manggarai Barat, Jumat (26/01/2024) lalu.

Ia meminta semua pihak, utamanya organisasi perangkat daerah (OPD) yang tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) untuk tidak menyerahkan urusan percepatan penurunan stunting ini hanya kepada salah satu pihak saja.

“Jika selama ini semua orang menyerahkan urusan stunting ini kepada Dinas Kesehatan, mulai semarang, tidak lagi. Urusan stunting ini adalah urusan bersama. Semua kita punya tugas dan tanggung jawab didalamnya,” ujar Weng.

Ia juga mengingatkan bahwa untuk percepatan penurunan stunting, titik start-nya adalah data.

Jika data yang disediakan betul-betul akurat, maka strategi penanganannya pasti akan tepat sasaran. Sebaliknya, jika data yang disediakan asal-asalan, maka penanganannya pasti tidak tepat sasaran.

Karena itu, kepada OPD pengampu percepatan penurunan stunting, Weng mengingatkan untuk menyediakan basis data yang baik dan benar.

Kepada OPD yang selama ini telah berpartisipasi secara aktif dalam menurunkan prevalensi stunting di Kabupaten Manggarai Barat, Weng menyampaikan terima kasih.

Partispasi aktif dari OPD pengampu percepatan penurunan stunting, kata dia, menjadi faktor penting dan penentu dalam upaya menurunkan prevalensi stunting di Kabupaten Manggarai Barat. [VoN]

Edi Endi Edi-Weng Edistasius Endi Mabar Manggarai Barat Pilkada Mabar Pilkada Mabar 2024 Relawan Garda Muda Edi-Weng Stunting Mabar Yulianus Weng
Previous ArticleIni Alasan Relawan Garda Muda Dukung Edi-Weng di Pilkada Mabar 2024
Next Article Imunisasi Bayi, Lindungi dari Penyakit Berbahaya di Usia Dini

Related Posts

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

Kades Golo Riwu Luncurkan Program “Investor Serbu Desa”, Andalkan Porang Hadapi Risiko Krisis 2026

3 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.