Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Gladi Bersih Persiapan Pelantikan Ungkap Kisruh Pimpinan Sementara DPRD Ngada
Regional NTT

Gladi Bersih Persiapan Pelantikan Ungkap Kisruh Pimpinan Sementara DPRD Ngada

By Redaksi27 Agustus 20242 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Gedung DRPD Kabupaten Ngada (Foto: Patrianus Meo Djawa/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT – Persiapan pelantikan 25 anggota DPRD Ngada terpilih pada 28 Agustus 2024 mendatang diwarnai situasi tak terduga saat gladi bersih dilaksanakan pada Senin, 26 Agustus 2024.

Seluruh anggota DPRD Ngada baru menyadari bahwa mereka belum memiliki pimpinan sementara setelah pengunduran diri Ketua DPRD Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu, yang maju sebagai calon wakil bupati Ngada mendampingi Raimundus Bena dalam Pilkada Ngada 2024.

Kisruh mengenai siapa yang berhak memegang palu pimpinan sementara DPRD Ngada dimulai ketika politisi Partai Amanat Nasional (PAN), Petrus Ngabi, mempertanyakan posisi tersebut di tengah-tengah gladi bersih.

Pertanyaan ini segera memancing respons dari dua politisi lainnya, Romilus Juji dari Golkar dan Wempi Bate dari Gerindra, yang kemudian mendekati Petrus Ngabi untuk berdiskusi secara tertutup.

Sekretaris Dewan (Sekwan) Ari Rea, yang dijumpai awak media, mengaku bingung menghadapi situasi ini.

Menurut Ari, sesuai dengan tata tertib persidangan DPRD Nomor 18, jabatan pimpinan dewan sementara seharusnya dipegang oleh partai politik yang memperoleh kursi terbanyak.

Namun kali ini muncul masalah karena baik Golkar maupun Gerindra sama-sama meraih 5 kursi, sehingga tidak ada aturan yang secara spesifik menjelaskan partai mana yang lebih berhak memegang palu pimpinan.

Menyadari kompleksitas situasi ini, Ari memutuskan untuk memberikan waktu kepada Partai Gerindra dan Golkar untuk bermusyawarah demi mencapai mufakat.

Kedua partai diharapkan dapat mencapai kesepakatan terkait siapa yang akan memegang posisi pimpinan sementara DPRD Ngada hingga proses pemilihan ketua definitif dapat dilakukan.

Situasi ini menunjukkan adanya dinamika internal yang cukup kuat di dalam tubuh DPRD Ngada menjelang pelantikan.

Publik kini menunggu hasil dari musyawarah antara kedua partai besar ini, yang akan menentukan arah kepemimpinan DPRD Ngada dalam beberapa waktu ke depan.

Penulis: Patrianus Meo Djawa

DPRD Ngada Ngada
Previous ArticleTaman Kartini di Jantung Kota Bajawa Jadi Ikon Pariwisata Baru
Next Article Ayo Tolak Kehadiran Para Machiavelli di Pilkada NTT!

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.