Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»Tantangan Global di Era Digital, Kesehatan, dan Inovasi Agrikultur Dibahas pada Konferensi Internasional Unika Ruteng
Pendidikan NTT

Tantangan Global di Era Digital, Kesehatan, dan Inovasi Agrikultur Dibahas pada Konferensi Internasional Unika Ruteng

By Redaksi16 Desember 20242 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Tangkapan layar materi 4th ICEHHA
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT – Unika St. Paulus Ruteng kembali mengadakan 4th International Conference on Education, Humanity, Health, and Agriculture (ICEHHA).

Konferensi internasional ini menghadirkan tiga pembicara kunci dengan tema yang relevan terhadap tantangan global saat ini.

Ketiga pembicara memberikan wawasan mendalam dalam bidang linguistik digital, kesehatan global, dan inovasi agrikultur yang berkelanjutan.

Pertama, Prof. Dr. Yazid Basthomi, pakar linguistik dari Universitas Negeri Malang. Ia membawakan materi berjudul; “Corpus Linguistics and Big Data: Analyzing Language in the Digital World.”

Yazid menjelaskan bagaimana big data telah merevolusi penelitian linguistik.

Penggunaan corpus linguistics, kata dia, untuk menganalisis bahasa berdasarkan data nyata dari teks dan ucapan yang terkumpul dalam jumlah besar.

Dengan teknologi big data, peneliti dapat memahami tren bahasa di media sosial, menganalisis sentimen masyarakat, dan mengidentifikasi perubahan pola bahasa secara real-time.

Yazid juga menyoroti pentingnya etika dan privasi dalam penggunaan data linguistik.

Kedua, Asst. Prof. Dr. Prapaporn Muangkaew, akademisi dari Thailand. Ia membawakan materi berjudul; Global Health: Challenges, Innovations, and Sustainable Solutions.

Prapaporn mengupas isu-isu mendesak di bidang kesehatan global, termasuk penyakit menular, dampak perubahan iklim, dan ketimpangan akses layanan kesehatan.

Ia menekankan perlunya kolaborasi inovatif antar-negara untuk menciptakan solusi berkelanjutan dalam meningkatkan kesehatan global.

Inovasi teknologi, kerja sama lintas disiplin, dan penguatan sistem kesehatan menjadi poin utama dalam membangun ketahanan kesehatan dunia.

Ketiga, Prof. Ir. Sahat Marulitua Pasaribu, M.Eng., Ph.D dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Ia membawakan materi berjudul;  Agritech and Inclusive Agricultural Financing to Support Production and Sustainable Food System.

Sahat membahas peran teknologi agrikultur (Agritech) dan pendanaan inklusif untuk mendukung sistem produksi pangan berkelanjutan.

Dengan latar belakang tantangan seperti perubahan iklim, keterbatasan lahan, dan rendahnya akses pendanaan bagi petani kecil, Prof. Sahat memaparkan bagaimana teknologi digital, pertanian presisi, dan kemitraan dengan startup agrikultur dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian.

Ia juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah dan pendidikan generasi muda di sektor agrikultur.

Hari pertama ICEHHA 2024 menawarkan wawasan kritis untuk menjawab tantangan di era digital, kesehatan global, dan pertanian yang berkelanjutan.

Ketiga pembicara kunci memberikan inspirasi dan solusi praktis bagi akademisi, peneliti, dan pembuat kebijakan.

Acara ini diharapkan dapat menjadi wadah kolaborasi untuk menciptakan perubahan positif di berbagai bidang. [VoN]

Unika Ruteng Unika St. Paulus Ruteng
Previous ArticlePerenungan Baru tentang Nasionalisme di Era Algoritma
Next Article Kelompok Tani di Nagekeo Terima Bantuan Alsintan dari Aspirasi Julie Laiskodat

Related Posts

Seminari Kisol Luncurkan Renstra 2026–2031 untuk Hadapi Tantangan Era VUCA

5 Maret 2026

Renstra 2026–2031 Jadi Momentum Pembenahan Seminari Pius XII Kisol

5 Maret 2026

Seminari Pius XII Kisol Susun Renstra 2026–2031, Fokus pada Penguatan Kesehatan, Gizi, dan Tata Kelola

5 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.