Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Manja Mooy: Cinta Tak Berakhir 
Sastra

Manja Mooy: Cinta Tak Berakhir 

By Redaksi29 Januari 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Oleh: Kristina Leri 

Asal: Manggarai

Manja, di rahimmu hidup harapan,
Buah cinta yang kalian tanam bersama.
Namun kini, langitmu kelabu,
Angin dingin membawa berita pilu,
Dia, cinta sejatimu, telah dipanggil waktu.

Tangisanmu adalah nyanyian duka,
Dan kami semua, tak kuasa menahan air mata.
Kalimatmu yang kau ucap di rumah duka,
Menggetarkan jiwa, menusuk hingga hati terdalam:
“Sayang, beta sonde bisa hidup tanpa lu,
Lu tau kalau beta tergantung deng lu.”

Kata-katamu memeluk yang mendengar,
Menyuarakan cinta yang takkan pudar.
Meski raganya telah pergi,
Roh kasihnya tetap di Hatimu,
Mengalir dalam setiap detak jantungmu.

Manja, jangan biarkan gosip menyentuh hatimu,
Itu hanya bisikan angin yang tak tahu rasa.
Orang bicara tanpa mengerti luka,
Namun kau tahu, cinta kalian lebih kuat dari suara dunia.

Kamu adalah ibu yang kuat,
Bukan hanya untuk dirimu,
Tapi untuk nyawa kecil yang sedang kau jaga,
Sebuah anugerah yang dia tinggalkan,
Bukannya perpisahan, tetapi sebuah kelanjutan yang penuh makna.

Lihatlah langit malam,
Bintang yang paling terang adalah dia.
Dia tersenyum, bangga atas keberanianmu,
Menguatkanmu saat kau merasa rapuh.

Keluarga dan sahabat dekatmu di sini untukmu,
Menjadi pelukan saat kau merasa jatuh,
Menjadi telinga saat kau ingin menangis,
Dan menjadi kekuatan saat kau merasa lemah.

Tak perlu menunduk pada cobaan ini,
Karena cinta kalian adalah bukti,
Bahwa meski ajal memisahkan,
Hati kalian tetap bersatu tanpa akhir.

Manja, tangismu adalah doa,
Yang akan menembus langit,
Mengirimkan pesan cinta abadi,
Untuk dia yang kini tenang di surga.

Tetaplah berdiri, meski badai menghampiri,
Bawalah cinta ini sebagai warisan abadi,
Untuk hidupmu, untuk anakMu,
Dan untuk dunia yang melihat ketabahanmu.

Dia mungkin telah pergi,
Tapi cintanya akan selalu di sini,
Menjadi bintang, menjadi angin,
Menjadi bisikan kasih dalam setiap langkahmu.

Doa dan harapan keluarga selalu mendampingimu, Manja,
Hingga akhir waktu.

… ….. …… …… …

Kristina Leri
Previous ArticleThe Tide to Motherland
Next Article Pilkada Manggarai 2024 Minim Pelanggaran Berkat Pencegahan dan Perubahan Regulasi

Related Posts

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026

Pilu yang Tidak Pernah Sembuh

3 Februari 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.