Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Pemangkasan Dana Transfer Pusat Rp69 Miliar, Pembangunan Kabupaten Manggarai Terhambat
NTT NEWS

Pemangkasan Dana Transfer Pusat Rp69 Miliar, Pembangunan Kabupaten Manggarai Terhambat

By Redaksi11 Februari 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua DPRD Manggarai, Paul Peos saat diwawancarai awak media di ruangan kerjanya, Selasa, 11 Februari 2025 (Foto: Berto Davids/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT – Pemerintah pusat telah melakukan pemangkasan dana transfer pusat untuk Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebesar Rp69 miliar pada tahun ini.

Langkah ini diambil seiring dengan diberlakukannya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai, Paul Peos, mengatakan pemangkasan tersebut berdampak langsung pada agenda pembangunan yang sudah dianggarkan dan ditetapkan pada Desember 2024.

“Semua agenda pembangunan tertunda karena adanya pemangkasan Rp 69 miliar lagi dana transfer pusat,” ujar Paul Peos saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa, 11 Februari 2025.

Menurut Paul, pemangkasan anggaran tersebut mengharuskan pemerintah daerah untuk melakukan perombakan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Manggarai yang telah disahkan pada akhir 2024. Sebagian besar anggaran yang dipangkas berasal dari program-program yang telah dijadwalkan, sehingga seluruh proyek pembangunan tahun ini harus ditunda.

Paul menjelaskan, pemangkasan dana dilakukan langsung oleh pusat tanpa menunggu dana sampai di daerah, yang berarti pemerintah daerah harus semakin efisien dalam mengelola anggaran yang ada sesuai dengan program nasional.

“Ke depan, daerah harus betul-betul melakukan efisiensi anggaran untuk menyesuaikan dengan program-program yang berjalan di tingkat nasional,” ungkapnya.

Pemangkasan dana ini juga dimaksudkan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat.

Selain itu, DPRD Manggarai juga terkena dampaknya, dengan pemangkasan anggaran sebesar Rp2 miliar yang mencakup sejumlah pos, seperti anggaran bimtek, pakaian dinas, kunjungan kerja, laptop, dan PIN.

Tak hanya DPRD, anggaran di dinas-dinas teknis juga dipangkas, salah satunya pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), yang mengalami pemangkasan sekitar Rp20 miliar. Hal ini membuat anggaran pembangunan di Manggarai tahun ini semakin terbatas.

Saat ini, Pemkab Manggarai hanya mengandalkan APBD sebesar Rp130 miliar, yang sebagian besar berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) retribusi.

Namun, Paul mengungkapkan bahwa anggaran tersebut belum cukup untuk membiayai pembangunan Manggarai yang sangat membutuhkan dana lebih besar.

Ke depan, Paul berharap pemerintah dan DPRD dapat meningkatkan pendapatan daerah dengan memaksimalkan potensi sumber daya yang ada, seperti pembenahan fasilitas dan pemanfaatan lahan kosong untuk menarik investor.

“Kita belum bisa mandiri secara fiskal, masih sangat bergantung pada pusat. Oleh karena itu, pemerintah dan DPRD harus mencari sumber pendapatan baru,” pungkas Paul.

Penulis: Berto Davids

DPRD Manggarai Manggarai Paulus Peos
Previous ArticleDPRD Nagekeo Gagal Gelar Penghormatan Jenazah Fransiskus Julu di Kantor Dewan
Next Article Benny Harman Kritik Baleg DPR RI Terburu-buru Bahas Perubahan UU Minerba

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.