Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Tolak Geothermal, Pemuda Poco Leok Sebut Proyek yang Digagas Bupati Nabit Bawa Bencana Sosial dan Budaya
NTT NEWS

Tolak Geothermal, Pemuda Poco Leok Sebut Proyek yang Digagas Bupati Nabit Bawa Bencana Sosial dan Budaya

By Redaksi7 Maret 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Puluhan pemuda yang tergabung dalam 'Aliansi Pemuda Poco Leok Tolak Geothermal' berunjuk rasa di Ruteng pada Senin, 3 Maret 2025, menentang kelanjutan proyek geothermal di Poco Leok (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT – Puluhan pemuda yang tergabung dalam ‘Aliansi Pemuda Poco Leok Tolak Geothermal’ menggelar unjuk rasa di depan Kantor DPRD dan Kantor Bupati Manggarai pada Senin, 3 Maret 2025.

Mereka menentang rencana kelanjutan proyek geothermal yang digagas oleh Bupati Manggarai Herybertus G.L Nabit, dengan alasan proyek tersebut telah menimbulkan dampak sosial dan budaya yang merusak di wilayah mereka.

Menurut Agustinus Sukarno, salah satu perwakilan pemuda, meskipun proyek tersebut masih dalam tahap perencanaan, daya rusak dan kehancuran sudah terjadi di wilayah tersebut.

Ia mengatakan, sejak adanya proyek tersebut kehidupan masyarakat setempat tampak tidak nyaman karena diadu domba oleh pihak-pihak yang berkepentingan dari proyek ambisius Bupati Nabit tersebut.

“Relasi sosial di antara masyarakat Poco Leok sudah terpecah belah,” ungkap Sukarno ketika berorasi di depan Kantor Bupati Manggarai.

Ia menambahkan, budaya lokal masyarakat Poco Leok juga telah dilecehkan berkali-kali sejak awal sosialisasi tentang proyek tersebut.

Beberapa tim survei, ujar dia, telah menyusuri kampung-kampung, kebun-kebun, dan situs-situs kebudayaan penting tanpa meminta izin atau memberi tahu masyarakat setempat yang memiliki hak penuh atas tanah tersebut.

“Kita menjadi wilayah seperti tanpa tuan, Poco Leok itu seperti wilayah tanpa tuan dan masyarakat Poco Leok itu dijadikan seperti orang asing di rumah sendiri,” imbuhnya.

Menurut Sukarno, perluasan proyek geothermal di Poco Leok membutuhkan lahan berhektar-hektar sehingga mengancam kehidupan warga di desanya, terutama yang menopang hidup dengan cara bertani.

Sementara itu, Bupati Nabit menjelaskan, proyek geotermal di Poco Leok bertujuan untuk menyediakan listrik bagi seluruh anak-anak Manggarai dan masyarakat yang bergantung pada pasokan listrik, termasuk untuk kebutuhan belajar dan memasak.

Menurutnya, sumber daya listrik dari Poco Leok dapat dialirkan ke daerah lain, seperti Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat untuk dimanfaatkan oleh hotel-hotel dan restoran, yang sebagian besar karyawannya berasal dari anak-anak Manggarai.

“Jadi wilayah boleh berbeda-beda tetapi kita juga yang memanfaatkan itu. Mari kita lihat hal ini secara luas,” ujarnya.

Bupati Nabit juga mengklaim penggunaan diesel seperti yang dilakukan PLN selama ini kini terasa sangat mahal karena negara sedang mengalami kondisi sulit.

Oleh karena itu, sambung dia, solusi yang lebih baik adalah menggunakan energi baru terbarukan yang lebih murah.

“Sekali lagi, saya tekankan, tidak ada niat sama sekali untuk mengganggu kenyamanan hidup, merusak alam, atau bahkan budaya kita di Manggarai,” pungkas Nabit.

Penulis: Herry Mandela

Aliansi Pemuda Poco Leok Geotermal Poco Leok Geothermal Poco Leok Hery Nabit Herybertus G.L. Nabit Poco Leok
Previous ArticlePersamba Manggarai Barat Berbagi Poin dengan Kristal FC di ETMC
Next Article Askab PSSI Manggarai Barat Gelar Turnamen U-17, Dibuka Bupati Edistasius Endi

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.