Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Wagub NTT Dorong Media Arahkan Masyarakat agar Sadar Keberadaan Kelompok Perempuan
NTT NEWS

Wagub NTT Dorong Media Arahkan Masyarakat agar Sadar Keberadaan Kelompok Perempuan

By Redaksi8 Maret 20253 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma kegiatan diskusi terbatas di Hotel Swiss Belcourt Kupang pada Kamis, 7 Maret 2025 (Foto: Dio Ceunfin/ Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, mengajak media untuk berperan aktif dalam mendorong kesetaraan akses kesehatan bagi kelompok perempuan di daerah ini.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam sambutan acara Diskusi Terbatas dan Ngabuburit bersama Jurnalis di NTT dengan tema “Peran Media dalam Mendorong Kesetaraan Hak dan Akses Kesehatan Bagi Perempuan dan Remaja Perempuan di NTT”.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Yayasan Inisiatif Perubahan Akses Menuju Sehat (IPAS) bekerja sama dengan Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Kota Kupang, yang berlangsung di Hotel Swiss Belcourt Kupang pada Kamis, 7 Maret 2025.

Wakil Gubernur Johni Asadoma menegaskan bahwa media memiliki peran yang sangat penting tidak hanya dalam menyampaikan informasi, tetapi juga dalam membangun kesadaran publik tentang pentingnya akses kesehatan bagi perempuan. Ia menambahkan, kelompok perempuan memegang peranan besar, mulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat, yang berpengaruh pada pembangunan sosial di tingkat komunitas.

“Akses kesehatan bagi perempuan merupakan hal yang sangat penting, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi, pemahaman mengenai asupan gizi untuk anak, serta kesehatan lingkungan dalam keluarga,” ungkap Johni Asadoma.

Diskusi ini bertujuan untuk memperkuat peran media dalam meningkatkan kesadaran dan mendorong kebijakan yang mendukung kesetaraan akses kesehatan bagi perempuan dan remaja perempuan di NTT, agar tercipta masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera.

Johni menekankan pentingnya mengarahkan pemahaman masyarakat agar menyadari bahwa kelompok perempuan, baik ibu-ibu maupun remaja perempuan, perlu mendapatkan akses dan pelayanan kesehatan yang lebih dominan.

Ia mengingatkan agar tidak ada lagi diskriminasi terhadap kelompok perempuan, yang sering dianggap sebagai kelompok nomor dua dibandingkan laki-laki.

Menurutnya, ibu-ibu memegang peran penting dalam mengurus keluarga, mulai dari kesehatan kehamilan hingga kesehatan bayi dan anak.

Selain itu, remaja perempuan perlu dipersiapkan dengan baik agar nantinya bisa menjadi seorang ibu yang sehat secara jasmani dan rohani, dimulai sejak saat ini.

“Kita ingin agar media berperan dalam mensosialisasikan hal ini kepada masyarakat luas. Utamakan kesetaraan akses pelayanan kesehatan bagi perempuan,” kata Johni.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa informasi yang disampaikan oleh media harus mengandung unsur edukasi bagi perempuan, agar mereka lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan, dengan memanfaatkan fasilitas kesehatan seperti puskesmas, rumah sakit, serta melakukan konseling dengan tenaga kesehatan.

Perwakilan Yayasan IPAS sekaligus Project Coordinator Takenusa, Stefanus Bere, mengungkapkan tantangan di bidang kesehatan masyarakat masih menjadi persoalan yang perlu terus dibenahi, terutama dalam hal peningkatan kualitas kesehatan serta akses informasi dan edukasi mengenai pentingnya kesehatan bagi masyarakat.

Ia berharap melalui diskusi ini, kita dapat menghasilkan pemikiran positif yang konstruktif untuk mendukung peningkatan pelayanan kesehatan di NTT.

“Di NTT, kita juga memiliki Program Takenusa (Tekad Bersama untuk Kesehatan Perempuan di Nusa Tenggara Timur),” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua AJI Kota Kupang Djemi Amnifu mengungkapkan kegiatan diikuti oleh 20 jurnalis dari media cetak, online dan elektronik.

”Kita harapkan kegiatan ini juga turut memberikan dukungan kepada Pemerintah NTT dalam peningkatan pelayanan publik di bidang kesehatan yang juga tertuang dalam Dasa Cita Ayo Bangun NTT,” kata Djemi. [VoN]

AJI Kota Kupang Johni Asadoma Wakil Gubernur NTT
Previous ArticlePakai Alasan “Takut Diberhentikan” untuk Loloskan Geotermal, Nabit Dinilai Pentingkan Jabatan Ketimbang Rakyat
Next Article Mentari Dorong Pengembangan Energi Terbarukan di NTT, Wakil Gubernur Harap Beri Manfaat Berkelanjutan

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.