Kupang, Vox NTT – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, secara resmi meluncurkan Program Pendampingan Siswa/i untuk mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi melalui jalur UTBK, TNI/Polri, dan Sekolah Kedinasan Tahun 2025.
Peluncuran program ini dilakukan dengan pemukulan gong oleh Gubernur NTT di Aula SMA Negeri 3 Kota Kupang pada Kamis pagi.
Acara ini dihadiri oleh perwakilan Forkopimda Provinsi NTT, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Winston Rondo, Wakil Rektor I Universitas Nusa Cendana, Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, M.Si, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi NTT, Yosef Rasi, serta mitra kerja terkait.
Selain itu, hadir pula para Kepala Sekolah Menengah Atas/Kejuruan yang hadir secara langsung maupun daring, bersama dengan para siswa/i yang menjadi peserta program.
Kehadiran Gubernur NTT disambut dengan antusias oleh para siswa yang mempersembahkan penampilan drumband dan tarian tradisional khas NTT.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menekankan pentingnya pendidikan tinggi bagi perkembangan kehidupan yang lebih berkualitas, namun dengan seleksi yang semakin ketat dan kompetitif, diperlukan persiapan yang matang, tidak hanya dalam hal pengetahuan akademik, tetapi juga dalam kesiapan mental dan psikologis.
“Pendampingan ini penting agar siswa/i SMA/SMK di NTT benar-benar memahami minat, bakat, keahlian, dan kemampuan mereka. Kami tidak ingin ada siswa yang bingung atau salah langkah setelah lulus SMA/SMK. Oleh karena itu, peran guru, orang tua, dan para siswa sangat vital dalam menentukan langkah mereka,” ujar Melki.
Ia juga menyampaikan bahwa potensi anak-anak NTT untuk lulus seleksi masuk perguruan tinggi, sekolah kedinasan, maupun TNI/Polri sangat besar.
Namun, untuk mewujudkannya, persiapan yang terstruktur dan pengawasan yang ketat sangat dibutuhkan.
Program pendampingan yang diluncurkan hari ini diharapkan dapat memberikan pemahaman komprehensif kepada siswa serta meningkatkan kesiapan mental dan fisik mereka dalam menghadapi berbagai seleksi.
“Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk mewujudkan impian mereka, tanpa terkecuali,” tambah Melki.
Ia juga menegaskan komitmennya bersama Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, untuk terus memperjuangkan peningkatan kuota bagi siswa NTT dalam seleksi TNI/Polri dan sekolah kedinasan.
Selain itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, dalam laporannya mengatakan bahwa program pendampingan ini merupakan bagian dari Quick Win Pemerintah Provinsi NTT dalam menjawab tantangan pendidikan di wilayah ini.
Program ini bertujuan untuk memastikan kualitas pendidikan yang lebih baik ke depannya dan melibatkan berbagai pihak, termasuk kerja sama dengan MKKS SMA/SMK se-NTT, Ruang Guru, TNI/Polri, dan kampus-kampus yang ada di NTT.
“Melalui program ini, kami juga akan melakukan try out dan memanfaatkan waktu liburan untuk memastikan bahwa meskipun sekolah libur, siswa tetap dapat belajar,” ungkap Ambros.
Berdasarkan pemetaan minat kelas XII yang telah dilakukan, tercatat 13.523 siswa di NTT dengan berbagai minat, termasuk 7.197 siswa yang berfokus pada tes perguruan tinggi, 1.845 siswa pada sekolah kedinasan, serta 3.171 dan 1.310 siswa yang berminat untuk mengikuti seleksi TNI dan Polri.
Kegiatan pendampingan ini dilaksanakan di setiap kabupaten/kota se-NTT dan diharapkan dapat menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas, siap menghadapi tantangan zaman, dan berkontribusi pada kemajuan NTT.
Gubernur Melki Laka Lena menutup sambutannya dengan mengingatkan siswa untuk terus menjaga semangat belajar dan tidak mudah putus asa.
“Kalian adalah harapan masa depan bangsa dan NTT. Teruslah berusaha memberikan yang terbaik dan semangat pantang menyerah hingga meraih kesuksesan,” pesannya.
Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, diharapkan Program Pendampingan ini akan membentuk generasi muda NTT yang lebih siap, lebih kompeten, dan siap menghadapi tantangan dunia yang terus berubah.
Penulis: Ronis Natom