Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Gubernur Melki Laka Lena Ketuk Pintu Kementerian, Alumni Sanpio: NTT Siap Berlari Lebih Cepat
NTT NEWS

Gubernur Melki Laka Lena Ketuk Pintu Kementerian, Alumni Sanpio: NTT Siap Berlari Lebih Cepat

By Redaksi11 April 20253 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Melki Laka Lena saat hadir dalam dialog bersama Alumni Sanpio Kupang (Foto: Dok. Alumni Sanpio Kupang)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT— Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, menginisiasi langkah tak biasa dengan mengajak seluruh bupati dan wali kota se-NTT untuk “mendatangi” langsung kementerian-kementerian di Jakarta.

Bukan untuk pelesiran, tetapi untuk menyampaikan proposal pembangunan secara langsung dan mengetuk pintu-pintu kementerian dengan semangat baru dari wilayah timur Indonesia yang selama ini kerap terpinggirkan dari perhatian pusat.

Langkah strategis dan progresif ini menyita perhatian dan menuai pujian dari berbagai kalangan, termasuk para alumni Seminari Pius XII Kisol (Sanpio) di Kupang.

Dalam diskusi bulanan yang digelar pada Rabu, 9 April 2025, para alumni menyatakan optimisme mereka terhadap kepemimpinan Melki yang dinilai bukan hanya pandai bicara, tapi juga piawai dalam mengeksekusi kebijakan.

“NTT sedang bersiap berlari lebih cepat, dan Melki sedang membuktikan diri sebagai pemimpin yang bekerja nyata,” ujar Aloysius Sukardan, salah satu senior Sanpio dalam forum diskusi tersebut.

Gagas Perubahan lewat Konsolidasi dan Jaringan

Optimisme tersebut, menurut para alumni, tidak lahir dari euforia semata. Melki dinilai memiliki kekuatan jaringan politik dan ekonomi yang kuat, serta kemampuan konsolidasi baik di tingkat lokal maupun nasional.

“Sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat, Pa Melki tahu cara menjahit jaringan-jaringan ini untuk membangun NTT,” tambah Aloysius.

Dalam diskusi tersebut, Gubernur Melki juga membeberkan pengalamannya saat mendatangi berbagai kementerian, salah satunya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang dipimpin Bahlil Lahadalia.

Pertemuan dengan Bahlil, yang juga Ketua Umum Partai Golkar, digelar hingga larut malam.

“Kami rapat dari jam 11 malam sampai jam 1 dini hari. Pak Bahlil sampai geleng-geleng kepala, katanya belum pernah ada kepala daerah yang datang lengkap seperti kami,” kisah Melki.

Pertemuan itu tidak berhenti pada diskusi semata. Gubernur dan para kepala daerah NTT mendesak agar hasil pertemuan segera ditindaklanjuti dengan keputusan anggaran.

“Sudah rapat sampai tengah malam, saat mau pulang kami paksa supaya langsung ditetapkan berapa angkanya,” ungkap Melki yang disambut tawa para alumni.

Hasilnya, NTT dipastikan mendapatkan alokasi program hilirisasi garam dan rumput laut — sebuah capaian konkret dari pendekatan yang berani dan tidak konvensional.

Strategi Politik yang Efektif

Menurut Rudy Jeharum, alumni Sanpio sekaligus mantan frater di Unwira Kupang, pendekatan Melki adalah bentuk strategi politik yang keluar dari kebiasaan birokrasi.

“Ia tak menunggu anggaran turun. Ia tak sekadar menulis proposal. Ia datang langsung, mengetuk, berbicara, meyakinkan, dan menuntut,” ujarnya.

Senada, Eren Holivil, dosen FISIP Undana Kupang dan analis politik, menyebut langkah ini sebagai angin segar dalam birokrasi yang kerap formal dan lamban.

Gaya Melki yang blak-blakan justru menjadi kekuatan, apalagi ditopang oleh jaringan pusat yang strategis.

“Hubungannya dengan tokoh pusat bukan sekadar relasi partai, tapi dijadikan jalur distribusi kebijakan yang nyata bagi rakyat NTT,” jelas Eren.

Para alumni Sanpio meyakini bahwa langkah Melki ini baru awal dari gerakan yang lebih besar untuk membangkitkan NTT.

“Kalau cara seperti ini terus dijalankan selama lima tahun, bukan mustahil NTT bisa benar-benar bangkit. Bahkan di tengah situasi global yang sedang tidak pasti,” tutup Eren dalam diskusi tersebut.

Penulis: Ronis Natom

Emanuel Melkiades Laka Lena Gubernur NTT Melki Laka Lena Seminari Pius XII Kisol
Previous ArticleDua Dokter Anestesi di RSUD TC Hillers Terancam Dicabut SIP Akibat Mogok Kerja, Gubernur NTT: Ini Soal Tanggung Jawab Kemanusiaan
Next Article Wagub NTT: PLBN Napan Simbol Kedaulatan dan Motor Penggerak Ekonomi Perbatasan

Related Posts

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Seminari Kisol Luncurkan Renstra 2026–2031 untuk Hadapi Tantangan Era VUCA

5 Maret 2026
Terkini

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Memburu “Hantu”, Memukul Manusia, dan Psikologi Sosial

6 Maret 2026

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.