Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Gagasan»Menggugah Pembelajaran yang Bermakna
Gagasan

Menggugah Pembelajaran yang Bermakna

By Redaksi25 Juni 20255 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi (Foto: Cici AI)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Oleh: Pater Darmin Mbula, OFM

Ketua Presidium Majelis Nasional Pendidikan Katolik (MNPK)

Judul ini mencerminkan esensi dari proses pembelajaran yang tidak hanya informatif, tetapi juga menyentuh emosi, relevan dengan kehidupan, dan memotivasi siswa untuk belajar secara mendalam dan berkelanjutan.

Menggugah Pembelajaran bermakna (inspiring meaningful learning) dalam Deep Learning adalah proses membangkitkan rasa ingin tahu dan makna personal dalam diri siswa melalui pembelajaran yang mendalam, relevan, dan berorientasi pada perubahan nyata dalam diri dan masyarakat.

Konsep inspiring Meaningful Learning menurut Michael Fullan berakar pada ide bahwa pembelajaran yang mendalam dan transformatif terjadi ketika siswa tidak hanya memahami materi, tetapi juga merasa terlibat secara emosional dan sosial dalam proses belajar.

Dalam pendekatan Deep Learning yang dikembangkan Fullan, pembelajaran bermakna mengintegrasikan enam kompetensi global (karakter, kolaborasi, komunikasi, kreativitas, pemikiran kritis, dan kewargaan)  untuk membekali siswa menjadi kontributor aktif dalam masyarakat.

Prinsip utamanya adalah bahwa pembelajaran harus bersifat relevan, memiliki tujuan yang jelas, terhubung dengan kehidupan nyata, dan dijalankan melalui kemitraan kuat antara guru, siswa, sekolah, dan komunitas.

Fullan menekankan bahwa guru bukan sekadar pengajar, tetapi penggerak perubahan yang menciptakan lingkungan belajar yang menginspirasi rasa ingin tahu, semangat, dan tanggung jawab sosial siswa.

Sembilan Manfaatnya

Menurut Michael Fullan, terdapat sembilan manfaat utama dari menginspirasi Meaningful Learning yang saling terhubung dan memperkuat transformasi pendidikan yaitu, pertama, pembelajaran menjadi lebih relevan dan kontekstual bagi siswa. Kedua, meningkatkan motivasi intrinsik dan keterlibatan aktif siswa.

Ketiga, memperkuat pemahaman mendalam, bukan sekadar hafalan. Keempat, menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dan reflektif. Kelima, membangun kompetensi sosial-emosional seperti empati dan kolaborasi.

Keenam, memperluas peran guru sebagai fasilitator dan pembimbing pembelajaran transformatif. Ketujuh, memperkuat hubungan antara sekolah dan komunitas melalui proyek berbasis realita.

Kedelapan, mendorong kepemimpinan siswa dalam mengambil tanggung jawab atas pembelajaran mereka. Kesembilan, menciptakan budaya belajar yang berkelanjutan dan inovatif, yang mempercepat tercapainya sistem pendidikan unggul, adil, dan inklusif.

Budaya Birokrasi

Faktor utama yang menghambat upaya menginspirasi meaningful learning menurut Michael Fullan adalah dominasi sistem pendidikan yang terlalu fokus pada kepatuhan, pengukuran standar, dan budaya birokrasi yang sempit.

Dalam berbagai karya seperti “Deep Learning: Engage the World Change the World”, Fullan menyoroti bahwa pendekatan pendidikan yang menekankan ujian standar, kurikulum kaku, dan manajemen top-down justru meredam kreativitas, otonomi, serta koneksi emosional antara guru dan siswa.

Ketika guru tidak diberi ruang untuk berinovasi dan siswa tidak dilibatkan dalam pengalaman belajar yang relevan dengan kehidupan mereka, maka pembelajaran kehilangan makna.

Selain itu, ketimpangan akses terhadap sumber daya, lemahnya kepemimpinan instruksional, serta kurangnya kolaborasi antar pendidik memperkuat hambatan ini.

Fullan menekankan bahwa tanpa transformasi budaya sekolah dan sistem yang mendorong kemitraan, refleksi, dan kepemilikan bersama atas pembelajaran, maka upaya menghadirkan pendidikan berkualitas unggul akan terus terhambat.

Enam Langkah

Inspiring Meaningful Learning menurut Brenda Stein Dzaldov, berdasarkan pendekatan enam langkahnya untuk menciptakan pelajaran yang bermakna dan mendalam.

Brenda Stein Dzaldov memulai dengan menegaskan bahwa pembelajaran menjadi bermakna ketika siswa “memedulikan” apa yang mereka pelajari bukan hanya sekadar menyelesaikan tugas.

Ia mengaitkan tiga pilar utama: konten yang bernas, pedagogi yang aktif, dan rapport atau hubungan yang kuat antara guru dan siswa.

Guru diundang untuk memulai setiap perencanaan dengan refleksi: apa yang ingin dicapai oleh siswa baik dari segi pengetahuan maupun empati dan keterampilan?

Dzaldov mengajak guru untuk menyusun tujuan yang jelas tentang isi pelajaran, cara pengajaran, dan cara membangun hubungan yang adaptif dengan siswa.

Bagian awal pelajaran harus menciptakan suasana yang ramah dan membangkitkan minat.
Menyapa dengan hangat, mengundang pendapat awal, dan memancing rasa ingin tahu siswa – itu semua membangun keterlibatan emosional.

Dzaldov menekankan bahwa hubungan adalah “denyut nadi ruang kelas”, tenang tapi penuh energi .

Menyampaikan secara jelas apa yang akan dipelajari dan bagaimana siswa serta guru akan tahu bahwa belajar berjalan dengan baik.

Kriteria keberhasilan membantu siswa memahami kemajuan mereka, mengembangkan rasa kontrol, dan meningkatkan motivasi intrinsik mereka terhadap pelajaran .

Dzaldov menyarankan bahwa guru bukan cuma menyampaikan informasi teori, tapi juga menunjukkan pemikiran di balik, bagaimana seorang ahli memecahkan masalah, menganalisa teks, atau membuat kesimpulan.

Modeling ini membantu murid memahami proses berpikir dan pembelajaran reflektif .
Murid harus diberi kesempatan untuk mempraktikkan pengetahuan secara bertahap: dari latihan terbimbing di kelas bersama guru hingga kerja mandiri atau kolaboratif.

Tahap ini memainkan peran penting dalam memperkuat pemahaman dan memberikan ruang untuk kesalahan dan koreksi menuju kemandirian belajar .

Proses asesmen bukan hanya mengenali kesalahan, tapi sebagai sarana pembelajaran.

Dengan mengecek pemahaman melalui tanya jawab, refleksi, atau self-assessment, murid dilibatkan dalam berpikir kritis dan guru bisa menyesuaikan pengajaran secara langsung .

Dzaldov mengajak guru untuk mengakhiri pelajaran dengan meminta siswa melakukan refleksi terhadap apa yang sudah dipelajari: mengaitkannya ke pengalaman atau relevansi dunia luar.

Action closure ini bukan penutup biasa, tapi cara untuk menguatkan makna pelajaran dalam ingatan jangka panjang .

Secara keseluruhan, strategi ini menyatukan content – pedagogy – rapport dalam rangkaian yang koheren dan praktis.

Guru diberikan template dan contoh-contoh kegiatan agar dapat langsung diaplikasikan dalam kelas.

Pendekatan ini terbukti efektif untuk membangun keterlibatan emosional, motivasi siswa, serta pemahaman mendalam, menjadikan setiap pelajaran tidak sekadar transfer ilmu, tapi pengalaman yang menginspirasi dan berdampak .

Dengan demikian, Inspiring Meaningful Learning oleh Brenda Stein Dzaldov menyediakan kerangka praktis dan aplikatif bagi guru untuk menciptakan pelajaran yang mendalami, menyentuh hati, dan berkelanjutan melalui desain, interaksi, model, latihan, dan refleksi yang bermakna.

Pater Vinsensius Darmin Mbula Vinsensius Darmin Mbula
Previous ArticleDesa Batu Cermin Sukses Kelola Dana Desa untuk Ketahanan Pangan lewat Pertanian Hidroponik
Next Article Umat Stasi Pau Berjuang Bangun Kapela Layak Ibadah di Tengah Keterbatasan

Related Posts

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Memburu “Hantu”, Memukul Manusia, dan Psikologi Sosial

6 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.