Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Jumlah Lansia di NTT Capai 549,6 Ribu Jiwa
NTT NEWS

Jumlah Lansia di NTT Capai 549,6 Ribu Jiwa

By Redaksi3 Juli 20253 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johanis Asadoma saat menghadiri dialog bersama para pensiunan ASN di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Kamis, 3 Juli 2025 (Foto: Dio Ceunfin/ Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, VoxNTT.com – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johanis Asadoma mengungkapkan, jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di NTT pada tahun 2024 mencapai lebih dari 549,6 ribu jiwa atau sekitar 9,8 persen dari total populasi provinsi yang berjumlah 5,6 juta jiwa.

Angka ini, menurut Johanis, telah melampaui ambang batas yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 7 persen, sehingga NTT secara demografis masuk dalam kategori wilayah dengan populasi ‘berusia tua’ (ageing population).

“Jumlah ini menunjukkan bahwa NTT kini menghadapi tantangan dan peluang dalam menyongsong era penduduk lanjut usia. Namun yang penting adalah tetap semangat dan produktif. Umur hanyalah angka, yang terpenting adalah kontribusi nyata dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Johanis saat menghadiri dialog bersama para pensiunan ASN di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Kamis, 3 Juli 2025.

Secara nasional, jumlah lansia di Indonesia pada tahun 2024 tercatat sebanyak 32,4 juta jiwa atau 11,5 persen dari total penduduk Indonesia yang mencapai 280 juta jiwa. Angka ini juga menempatkan Indonesia dalam kategori negara dengan penduduk ‘berusia tua’.

Dialog yang digelar dalam rangka memperingati Hari Lansia Nasional ke-29 dan Hari Lansia Tingkat Provinsi NTT ke-12 ini mengusung tema “Ayo Bangun NTT Bersama Lansia SMART” (Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat). Kegiatan ini menjadi momentum untuk mendorong para lansia, khususnya pensiunan ASN, TNI, POLRI, BUMN, BUMD, dan akademisi, agar tetap berdaya dan aktif di usia senja.

Dalam sambutannya, Johanis menekankan pentingnya memanfaatkan pengalaman dan keahlian para lansia dalam pembangunan daerah.

Ia menyatakan, Pemerintah Provinsi NTT terbuka terhadap ide dan masukan dari para pensiunan untuk mendukung pembangunan provinsi kepulauan ini.

“Pengalaman Bapak/Ibu adalah aset yang tak ternilai. Kami sangat mengharapkan saran dan kontribusi yang konstruktif untuk mendukung visi membangun NTT yang lebih baik,” tambahnya.

Selama dialog, berbagai masukan, kritik, dan ide disampaikan langsung oleh para peserta.

Johanis menyambut antusias seluruh tanggapan yang diterima dan berjanji akan menindaklanjutinya bersama jajaran pemerintah.

Ketua panitia kegiatan, Frans Gana dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menegaskan bahwa usia lanjut bukanlah halangan untuk tetap produktif.

“Umur bukanlah batas, melainkan anugerah. Para lansia harus tetap menjadi teladan, produktif secara ekonomi, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Direktur Komisaris Independen Bank NTT, Kepala Bapperida Provinsi NTT, anggota Komisi Daerah Lansia Provinsi NTT, serta para pensiunan dari berbagai sektor, termasuk dosen perguruan tinggi dan pengusaha senior.

Sebagai penutup, Dinas Kesehatan Provinsi NTT memberikan voucher pemeriksaan kesehatan gratis kepada para lansia yang hadir, yang diserahkan secara simbolis oleh Wakil Gubernur NTT. [VoN]

Johanis Asadoma Johni Asadoma Lansia NTT Wakil Gubernur NTT
Previous ArticleKisruh Pembatalan Kelulusan 26 Calon PPPK di Nagekeo: Bupati Dituding Intimidasi, DPRD Siapkan Pansus
Next Article Penerbangan Internasional Singapura–Labuan Bajo Dihentikan Mulai 31 Juli 2025

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.