Kupang, VoxNTT.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Fraksi Partai Golkar, Agustinus Nahak, angkat bicara terkait keputusan Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO) Provinsi NTT yang mengeluarkan lima atlet dari lembaga tersebut.
“Seharusnya kepala sekolah lebih bijak karena ini sekolah khusus terutama anak-anak yang memiliki prestasi bagus,” jelas Agus pada Jumat, 11 Juli 2025 malam.
Agustinus Nahak, yang juga menjabat sebagai Ketua MMA dan Sekretaris HAPKIDO Provinsi NTT menilai, jika alasan pemecatan karena prestasi akademik, maka fungsi SKO tidak berbeda dengan sekolah reguler.
“Jika anak-anak ini dikeluarkan karena prestasi akademik yang jelek, seharusnya tugas sekolah untuk memberikan tugas tambahan lain yang menunjang prestasi olahraganya. Jika prestasi akademik yang dijadikan patokan maka SKO sama seperti sekolah reguler,” ujar Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT itu.
Ia menambahkan bahwa kepala sekolah terlihat lebih berpatokan pada syarat formil, seperti tandatangan bersama orang tua. Menurutnya, seolah-olah jika anak tidak berprestasi pun tidak masalah, selama ada tandatangan tersebut.
Lebih lanjut, Agus menyoroti ketidakterlibatan induk cabang olahraga dalam proses pemecatan lima atlet tersebut, khususnya cabang Tae Kwon Do yang selama ini membina para atlet yang dikeluarkan.
“Apakah siswa ini sudah dikonsultasikan dengan induk cabang olahraga? Jika prestasi siswa SKO jelek, harus dicarikan jalan keluar, misalnya guru memberikan tugas tambahan atau ada pendampingan khusus,” tegasnya.
Agus berharap pihak sekolah dapat lebih arif dan bijaksana dalam mengambil keputusan, mengingat peran penting SKO dalam membina atlet berprestasi sejak dini.
Penulis: Ronis Natom

