Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sport»Ridwan Sujana Angsar Maju di Bursa Ketua Umum Taekwondo NTT Jelang Musprov
Sport

Ridwan Sujana Angsar Maju di Bursa Ketua Umum Taekwondo NTT Jelang Musprov

By Redaksi2 Maret 20263 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ridwan Sujana Angsar (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, VoxNTT.com – Jelang Musyawarah Provinsi (Musprov) Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (TI) Nusa Tenggara Timur, nama Ridwan Sujana Angsar mencuat dalam bursa calon Ketua Umum.

Aparat penegak hukum yang kini menjabat Kepala Kejaksaan Negeri Kota Medan itu disebut-sebut menjadi salah satu figur sentral dalam percaturan kepemimpinan taekwondo di NTT.

Ridwan mengakui dirinya bukan berasal dari latar belakang taekwondo. Ia menyebut besar dari cabang olahraga sepak bola dan tidak pernah masuk dalam struktur pengurus taekwondo di NTT.

“Saya ini besar di sepak bola, bukan di taekwondo. Saya memang tidak pernah masuk dalam struktur pengurus Taekwondo di NTT,” ujarnya di Kupang pada Senin, 2 Maret 2026.

Keterlibatannya di dunia taekwondo, kata dia, berawal dari keluarga. Istrinya, Melani Abdullah Duru, merupakan mantan atlet taekwondo yang kini aktif mengelola Dojang Adhyaksa Taekwondo Club. Anak-anaknya juga tercatat sebagai atlet.

“Dukungan saya selama ini semata-mata untuk mendukung istri dan anak-anak. Istri saya mantan atlet kemudian membuka Dojang Adhyaksa di Kejati NTT, anak-anak saya sekarang atlet. Kalau mau tahu apa yang sudah saya berikan untuk Taekwondo NTT, silakan tanyakan saja ke atlet dan pelatih,” katanya.

Nama Ridwan dikenal di kalangan taekwondoin NTT melalui perannya sebagai pendiri sekaligus Ketua Dojang Adhyaksa Taekwondo Club Kejati NTT. Di bawah kepemimpinannya, dojang tersebut disebut konsisten melahirkan atlet yang berkompetisi hingga level nasional serta mengikuti kejuaraan internasional di Bali dan Timor Leste.

Ia juga beberapa kali menggagas kejuaraan di Kupang, termasuk Open Tournament Kajati NTT Cup yang melibatkan peserta dari berbagai kabupaten dan kota di NTT serta Timor Leste.

Ridwan menilai pembinaan atlet harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Ia menyoroti minimnya atlet NTT yang bergabung di pemusatan latihan nasional (Pelatnas).

“Kita harus evaluasi bersama. Potensi atlet NTT besar sekali. Tapi pembinaan harus terstruktur, terukur, dan berkelanjutan. Kompetisi harus rutin dan berjenjang,” tegasnya.

Menurut dia, jika NTT ingin berprestasi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 saat menjadi tuan rumah bersama Nusa Tenggara Barat, persiapan harus dilakukan sejak dini melalui pembinaan usia muda, peningkatan kualitas pelatih dan wasit, serta penguatan kalender kompetisi daerah.

Dalam kontestasi Musprov, Ridwan menyatakan tidak melihat kandidat lain sebagai lawan, melainkan sebagai potensi kolaborasi.

“Ketiga kandidat lainnya juga bagus. Kalau semua energi baik bisa dikolaborasikan, Taekwondo NTT akan jauh lebih maju,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai kesiapannya maju sebagai calon Ketua Umum Pengprov TI NTT, ia menyatakan siap jika mendapat dukungan.

“Kalau didukung oleh semua, saya siap membangun Taekwondo di NTT,” katanya.

Musprov Pengprov TI NTT akan digelar sesuai ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi, sebagaimana ditegaskan oleh Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI). Hingga kini, tahapan pelaksanaan disebut tetap berjalan tanpa penunjukan caretaker.

Kontestasi tersebut dinilai bukan sekadar perebutan jabatan, melainkan momentum menentukan arah pembinaan dan prestasi taekwondo NTT ke depan.

Penulis: Ronis Natom

PON 2028 Ridwan Sujana Angsar Taekwondo Taekwondo NTT
Previous ArticleAnggota DPR Minta Pemerintah Evaluasi Batas 30 Persen Belanja Pegawai dalam APBD
Next Article Bursa Calon Ketua  Taekwondo NTT Menghangat, Empat Nama Mencuat Jelang Musprov 2026

Related Posts

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026

Ketua PSSI Mabar Usul Nama Stadion Ora Flobamorata Diubah Jadi Stadion Komodo

8 Agustus 2026
Terkini

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026

Sepekan Pascagempa, Armada Kemanusiaan BKH-Stevi Harman Tak Henti Mengirim Bantuan Susulan

23 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.