Borong, VoxNTT.com – Sejumlah mahasiswa di Desa Nanga Mbaur, Kecamatan Sambi Rampas, mendesak Polres Manggarai Timur (Matim) agar mempercepat penyelidikian kasus dugaan pengeroyokan yang terjadi di Pota, tepatnya di dekat Pantai Watu Pajung pada Selasa, 2 April 2025.
Penyelidikan kasus ini dianggap jalan di tempat, padahal telah dilaporkan korban Subhanudin dan Sulaiman sehari setelah kejadian, pada Rabu, 3 April 2025 lalu.
Dalam laporan kepolisian tercatat kasus ini masuk dalam surat laporan polisi nomor: LP/B/67/IV/2025/SPKT Polres Manggarai Timur/Polda NTT.
Mahasiswa asal Desa Nanga Mbaur, Sugianto, mendesak Polres Manggarai Timur agar segera memanggil saksi, terlapor, dan terduga pelaku untuk dimintai keterangan demi kelancaran dan penyelesaian proses hukum yang sedang berjalan.
Sugianto berkata, Polres Matim harus memegang teguh prinsip “Polri Presisi” yang menjadi wish commander Kapolri Jendral Polisi Listiyo Sigit Prabowo.
Karena itu pihaknya berharap polisi responsif terhadap laporan pengeroyokan sebagai bentuk aktualisasi nilai Presisi.
“Tagline “Polri untuk Masyarakat” harusnya menjadi acuan sikap aparat kepolisian agar cepat menangani kasus horizontal ini,” kata Sugianto, Sabtu, 12 Juli 2025 malam.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Matim, Ipda Zacky saat dihubungi VoxNtt.com mengatakan bahwa kasus tersebut sedang dalam proses lidik.
Ia juga akan memerintahkan angotanya untuk mempercepat hasil penyelidikan dan penyidikan agar menjamin akuntabilitas dan transparansi proses penanganan laporan itu.
“Beta sudah push anak-anak untuk percepat. Makasih infonya kaka, nanti saya akan kasih SP2HP ke korban,” ungkap Zacky.
Untuk diaketahui, kejadian tersebut bermula saat pelapor sedang berjalan di pinggir pantai menggunakan sepeda motor.
Tiba-tiba ia dibentak oleh teman terlapor. Lalu ia memarkirkan motor dan bertanya kepada orang yang membentaknya.
Pada saat itu pelapor dipukul di bagian belakang kepala oleh terlapor. Lalu, dilanjutkan dengan teman-teman terlapor yang datang dan langsung mengeroyok pelapor hingga terjatuh ke tanah.
Penulis: Berto Davids

