Ruteng, VoxNTT.com – Stok vaksin rabies di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur dalam kondisi aman atau masih mencukupi.
Saat ini kurang lebih ada 1000 vial vaksin rabies yang sudah didistribusikan ke 24 Puskesmas di Kabupaten Manggarai, termasuk Rumah Sakit Pratama Reo dan RSUD Ruteng.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Manggarai, Gabriel Amir mengatakan, stok vaksin ini cukup untuk beberapa bulan ke depan. Namun, pihaknya tetap siaga jika sewaktu-waktu membutuhkan tambahan
Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan Dinkes Provinsi NTT untuk memastikan ketersediaan vaksin tetap terjaga.
“Jika stok menipis, kami segera mengambil vaksin tambahan sesuai kebutuhan lapangan,” jelas Gabriel, Rabu, 16 Juli 2025.
Meski demikian, kata Gabriel, Dinkes Manggarai tetap mengimbau masyarakat agar waspada terhadap anjing liar yang jumlahnya semakin meningkat di wilayah Manggarai.
Menurutnya, anjing yang berkeliaran tanpa pengawasan dinamakan anjing liar dan itu sangat berisiko tinggi menularkan rabies.
“Kami minta masyarakat tetap waspada terhadap anjing liar itu,” ujar Gabriel.
Sementara untuk hewan peliharaan yang tidak lagi dirawat, Gabriel menyarankan agar dilaporkan kepada petugas kesehatan hewan.
Hewan tersebut bisa dikandangkan dan menjalani proses kebiri atau sterilisasi sebagai langkah pengendalian populasi dan pencegahan rabies.
“Jika ada warga yang bersedia menangkap hewan liar seperti anjing, kucing, atau kera, petugas kami siap melakukan tindakan kebiri,” ungkapnya.
Warga Kelurahan Tenda, Albinus menyarankan Pemda Manggarai menyiapkan petugas khusus untuk menangkap anjing liar.
Ia mengaku kerap kali berurusan dengan anjing liar di kebun yang dilepas tanpa pengawalan, bermain-main, bahkan menggigit sembarang batang pohon.
Untuk itu ia meminta agar ada petugas khusus yang bisa menjinakan anjing seperti itu.
“Tidak bisa harap masyarakat saja, kita tidak punya alat, harap kayu untuk jaga diri. Bagus kalau ada petugas yang punya alat lengkap bisa mengamankan hewan liar,” kata Albinus.
Penulis: Berto Davids

