Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Stok Vaksin Rabies di Dinkes Manggarai Masih Aman
KESEHATAN

Stok Vaksin Rabies di Dinkes Manggarai Masih Aman

By Redaksi17 Juli 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi Anjing liar yang dilepas berkeliaraan. (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNTT.com – Stok vaksin  rabies di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur dalam kondisi aman atau masih mencukupi.

Saat ini kurang lebih ada 1000 vial vaksin rabies yang sudah didistribusikan ke 24 Puskesmas di Kabupaten Manggarai, termasuk Rumah Sakit Pratama Reo dan RSUD Ruteng.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Manggarai, Gabriel Amir mengatakan, stok vaksin ini cukup untuk beberapa bulan ke depan. Namun, pihaknya tetap siaga jika sewaktu-waktu membutuhkan tambahan

Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan Dinkes Provinsi NTT untuk memastikan ketersediaan vaksin tetap terjaga.

“Jika stok menipis, kami segera mengambil vaksin tambahan sesuai kebutuhan lapangan,” jelas Gabriel, Rabu, 16 Juli 2025.

Meski demikian, kata Gabriel, Dinkes Manggarai tetap mengimbau masyarakat agar waspada terhadap anjing liar yang jumlahnya semakin meningkat di wilayah Manggarai.

Menurutnya, anjing yang berkeliaran tanpa pengawasan dinamakan anjing liar dan itu sangat berisiko tinggi menularkan rabies.

“Kami minta masyarakat tetap waspada terhadap anjing liar itu,” ujar Gabriel.

Sementara untuk hewan peliharaan yang tidak lagi dirawat, Gabriel menyarankan agar dilaporkan kepada petugas kesehatan hewan.

Hewan tersebut bisa dikandangkan dan menjalani proses kebiri atau sterilisasi sebagai langkah pengendalian populasi dan pencegahan rabies.

“Jika ada warga yang bersedia menangkap hewan liar seperti anjing, kucing, atau kera, petugas kami siap melakukan tindakan kebiri,” ungkapnya.

Warga Kelurahan Tenda, Albinus menyarankan Pemda Manggarai menyiapkan petugas khusus untuk menangkap anjing liar.

Ia mengaku kerap kali berurusan dengan anjing liar di kebun yang dilepas tanpa pengawalan, bermain-main, bahkan menggigit sembarang batang pohon.

Untuk itu ia meminta agar ada petugas khusus yang bisa menjinakan anjing seperti itu.

“Tidak bisa harap masyarakat saja, kita tidak punya alat, harap kayu untuk jaga diri. Bagus kalau ada petugas yang punya alat lengkap bisa mengamankan hewan liar,” kata Albinus.

Penulis: Berto Davids

Anjing Rabies Dinkes Manggarai Manggarai Virus Rabies
Previous ArticlePemda dan Perum Bulog Ruteng Resmi Salurkan Bantuan Pangan Beras
Next Article Permudah Akses Keuangan, Bank NTT Ruteng Resmikan 79 Agen Be Ju Bisa

Related Posts

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Rumah Warga di Cibal Barat Ambruk Diterpa Hujan dan Angin Kencang

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.