Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Banyak Peserta BPJS PBI di NTT Tiba-tiba Nonaktif, Stevi Harman Minta Pemerintah Pusat Bertanggung Jawab
KESEHATAN

Banyak Peserta BPJS PBI di NTT Tiba-tiba Nonaktif, Stevi Harman Minta Pemerintah Pusat Bertanggung Jawab

By Redaksi21 Juli 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota Komite 3 DPD RI, dr. Stevi Harman (Foto: Sello Jome/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, VoxNTT.com – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Nusa Tenggara Timur, dr. Maria Stevi Harman, menyoroti banyaknya peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang tiba-tiba nonaktif.

Menurut dia, persoalan ini mencuat akibat proses integrasi data baru untuk Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang sedang dilakukan pemerintah pusat.

Stevi menegaskan, membawa temuan ini sebagai laporan utama ke Komite III DPD RI.

Ia akan meminta pemerintah pusat, khususnya kementerian terkait, untuk mempertanggungjawabkan dampak dari perpaduan data yang merugikan masyarakat miskin tersebut.

“Bagaimana pemerintah bisa mempertanggungjawabkan perpaduan data ini,” tuturnya.

Stevi menyatakan, temuan ini menjadi fokus utamanya selama masa reses di NTT.

Ia menerima banyak keluhan dari masyarakat yang keanggotaan BPJS PBI-nya terlempar dari sistem tanpa pemberitahuan yang jelas.

“Saya keliling, banyak sekali yang protes mengapa BPJS PBI itu tiba-tiba sudah tidak bisa digunakan atau tidak aktif,” kata Stevi

Stevi menjelaskan, masalah ini berbeda dari sebelumnya. Jika dulu data dinonaktifkan karena tidak pernah terpakai dan bisa diaktifkan kembali saat dibutuhkan, kini banyak peserta yang terlempar permanen karena perubahan sistem data.

Pemerintah, kata dia, sedang mengintegrasikan data dari yang semula Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) menjadi sistem data baru yang disebutnya DT-ESN atau Data Terpadu Kesejahteraan Sosial.

Akibat proses ini jelas Stevi, banyak data warga yang sebelumnya memenuhi syarat kini tidak lagi terakomodasi.

Stevi menyebut, dampak dari hal ini sangat serius karena status dalam data tersebut tidak hanya menentukan akses terhadap BPJS PBI, tetapi juga bantuan sosial lainnya.

“Kalau dia tidak masuk dalam data keluarga yang tidak sejahtera, itu banyak dampaknya. Bukan hanya BPJS PBI, tapi dia tidak dapat PKH, bisa tidak eligible untuk PIP, KIP, banyak,” ujarnya.

Selain data PBI, revisi Undang-Undang SJSN yang sedang dibahas juga menyoroti pentingnya harmonisasi antarlembaga jaminan sosial.

Stevi mencontohkan rumitnya proses klaim bagi korban kecelakaan yang harus bolak-balik antara BPJS Kesehatan dan Jasa Raharja.

“Kita mau lihat bagaimana kita mengharmonisasikan badan-badan lembaga yang mengurus ini supaya masyarakat tidak sulit lagi mengklaim asuransi yang harusnya hak mereka,” tutup Stevi.

Penulis: Sello Jome

BPJS Kesehatan Maria Caecilia Stevi Harman Stevi Harman
Previous ArticleKekerasan Anak, Trauma yang Tertanam, dan Masa Depan yang Terancam
Next Article Persetubuhan Sedarah di Ngada, Ayah dan Anak Akan Diusir dari Kampung 

Related Posts

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

NTT Dapat 7 Dokter Spesialis di Batch Ketiga, Pemprov Siapkan Skema Penempatan dan Dukungan Pengabdian

27 Februari 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.