Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki Tidak Berdampak pada Operasional Bandara Frans Sales Lega
NTT NEWS

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki Tidak Berdampak pada Operasional Bandara Frans Sales Lega

By Redaksi2 Agustus 20252 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Gedung Bandara Frans Sales Lega Ruteng (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNTT.com – Aktivitas erupsi eksplosif Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur tidak berdampak langsung terhadap operasional Bandara Frans Sales Lega di Ruteng, Kabupaten Manggarai.

Kepala Bandara Frans Sales Lega, Punto Widaksono memastikan bahwa operasional bandara tetap berjalan normal meskipun erupsi yang terjadi cukup besar.

“Untuk dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, Bandara Frans Sales Lega Ruteng tidak kena,” ujar Punto kepada VoxNtt.com, pada Sabtu, 2 Agustus 2025.

“Semoga sebaran abu vulkanik tidak sampe Ruteng,” tambahnya.

Diketahui, Gunung Lewotobi Laki-laki kembali mengalami erupsi besar pada Jumat malam dan Sabtu dini hari. Letusan tersebut memicu kolom abu vulkanik setinggi 10.000 meter dari puncak gunung, atau lebih dari 11.500 meter di atas permukaan laut, yang mengguncang wilayah Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

Suara gemuruh keras terdengar jelas dari Pos Pengamatan Gunung Api di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang. Awan kelabu tebal terlihat menyebar ke arah barat dan barat laut, menandakan eskalasi aktivitas vulkanik yang sangat signifikan.

Berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), amplitudo maksimum letusan tercatat mencapai 47,3 milimeter dan berlangsung hampir empat menit.

Hingga berita ini diturunkan, aktivitas erupsi masih berlangsung dan status Gunung Lewotobi Laki-laki tetap berada pada Level IV atau Awas, yang merupakan status tertinggi dalam sistem pemantauan gunung api di Indonesia.

PVMBG menegaskan, masyarakat dilarang keras melakukan aktivitas dalam radius 6 kilometer dari pusat erupsi.

Sementara itu, untuk sektor barat daya hingga timur laut, zona larangan diperluas menjadi 7 kilometer. Wisatawan juga diminta menunda semua rencana perjalanan ke area terdampak.

“Gunung masih menunjukkan aktivitas tinggi. Masyarakat dan wisatawan diimbau tidak mendekat dalam radius yang telah ditetapkan,” tegas PVMBG dalam pernyataan tertulis yang diperoleh media ini pada Sabtu, 2 Agustus 2025 sore.

Kontributor: Isno Baco

Bandara Frans Sales Lega Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki Manggarai
Previous ArticleAmnesti Bermakna Keadilan Sosial Ekologis
Next Article Respons Pidato SBY, BKH: Jangan Biarkan Orang di Sekitar Kita Merusak Negara

Related Posts

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.