Borong, VoxNTT.com – Warga Robo, Desa Ranaka, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai mengalami nasib tragis pada Sabtu, 2 Agustus 2025 dini hari.
Mereka dianiaya secara membabi buta oleh sekelompok pria yang diduga mabuk miras, persis di dekat tempat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Mano, Kelurahan Mando Sawu, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur.
Akibat penganiayaan itu, para korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Manggarai Timur pada Senin, 4 Agustus 2025.
Mereka yang melapor itu adalah korban yang paling menjadi sasaran dalam aksi penganiayaan, yakni Yosef Abilio Peterson dan Karolus Jago.
Keduanya mengalami luka serius pada bagian kepala, dahi kanan, pelipis kiri dan hidung berdarah
Sementara turut ikut melapor lainnya adalah Berto Agung, Simfronianus Deka Agil, Marselino Julio Jeluha, Fransiskus Karos dan Hilarius Darson.
Laporan pun diterima langsung oleh Kepala Unit SPKT Polres Manggarai Timur, Bripka Marselinus Ju, Senin siang sekitar Pukul 11.00 WITA.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan pengakuan korban Karolus Jago, peristiwa bermula saat mereka pulang mengangkut sound system di Mano untuk kembali ke Robo.
Dalam perjalanan tepatnya di dekat SPBU mereka dihadang oleh sekelompok pria yang diduga mabuk miras.
Tak jauh dari lokasi penghadangan ada pesta sambut baru dengan suasana pesta yang lagi ramai.
Karena dihadang ia dan rekan lainnya turun dari mobil dan menegur para pria mabuk itu.
Tak terima teguran sekelompok pemabuk akhirnya menyerang dan melakukan penganiayaan secara membabi buta terhadap Yosef Abilio Peterson dan rekannya hingga mengalami luka serius pada kepala, dahi, pelipis dan hidung.
“Kami dipukul dengan batu di kepala dan paha, kami semua yang ada dalam mobil saat itu akhirnya diserang secara brutal hingga ada yang bengkak dan darah,” ungkap Karolus kepada Wartawan usai melapor ke SPKT Polres Manggarai Timur.
Korban lain, Yosef Abilio mengatakan, saat kejadian awal hanya beberapa orang saja yang terlihat. Tetapi saat dengar teriakan makin banyak orang yang datang. Sebab, tak jauh dari tempat itu ada pesta sambut baru persis di sebelah atas jalan.
Semakin banyak yang datang, aksi penganiayaan itu pun semakin beringas hingga ia dihajar habis-habisan saat hendak melarikan diri.
“Saya coba melarikan diri pakai motor tetapi baju saya ditarik dari belakang, saya pun jatuh sekalian dengan motor. Begitu jatuh mereka tambah injak dan pukul saya dari atas, beruntung saya tetap berusaha melarikan diri dan sembunyi di Kampung Lame, sementara teman-teman lain juga ikut melarikan diri,” tutur Yosef.
Dengan kejadian ini salah satu perwakilan keluarga korban, Klemen Syukur berharap Polres Manggarai Timur cepat menangkap terduga pelaku untuk diproses hukum supaya ada efek jera untuk mereka.
“Kami berharap kepolisian bisa mengamankan terduga pelaku dan memproses hukum supaya tidak ada korban lain di kemudian hari dari dampak ulah para pemabuk di jalan,” ujar Klemens.
Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur, Iptu Ahmad Zacky Shodri yang dikonfirmasi VoxNtt.com membenarkan laporan peristiwa penganiayaan itu.
Zacky menerangkan, yang menjadi terlapor dalam peristiwa ini adalah Van dan rekan-rekannya.
Mereka dianggap menjadi terduga pelaku dalam aksi penganiayaan membabi buta yang terjadi dini hari lalu, sementara identitas rekan-rekan Van lainnya belum diketahui secara pasti.
“Untuk sementara baru saudara Van yang menjadi terlapor, sementara yang lainnya akan menunggu perkembangan penyelidikan selanjutnya,” kata Zacky.
Penulis: Berto Davids

