Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Gagasan»PK2MB Stipar Ende: 264 Pejuang Muda Menjawab Panggilan Ziarah Intelektual
Gagasan

PK2MB Stipar Ende: 264 Pejuang Muda Menjawab Panggilan Ziarah Intelektual

By Redaksi7 Agustus 20253 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ekaristi penutupan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PK2MB) Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa (STIPAR) Ende pada Kamis, 7 Agustus 2025
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Oleh: Anselmus Dore Woho Atasoge

Dosen Stipar Ende

Dalam suasana hening dan penuh makna, Ekaristi penutupan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PK2MB) Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa (STIPAR) Ende pada Kamis, 7 Agustus 2025, menjadi titik reflektif yang menggetarkan.

Dipimpin oleh Ketua Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa (STIPAR) Ende RD. Dr. Fransiskus Z. M. Deidhae, M.A, bersama para imam pendamping dan dihadiri oleh dosen serta tenaga kependidikan, perayaan ini bukan sekadar ritual penutup.

Ia adalah pernyataan spiritual bahwa pendidikan bukanlah proses instan, melainkan ziarah panjang yang menuntut kesungguhan, disiplin, dan pengorbanan.

Dalam homilinya, Romo Fransiskus menegaskan bahwa pendidikan tinggi bukanlah ruang untuk sekadar “asal jadi,” melainkan altar pembentukan jiwa dan karakter.

Ia mengingatkan bahwa proses belajar adalah ziarah panjang yang menuntut kesungguhan, bukan jalan pintas menuju kenyamanan. “Bersusah-susah dahulu, baru bersenang-senang kemudian,” ujarnya penuh makna, seolah menanamkan mantra perjuangan kepada para mahasiswa baru bahwa dalam setiap tetes keringat dan malam yang dilalui dengan tekun, sedang tumbuh benih-benih kematangan dan harapan.

Ketua Stipar Ende pun memotivasi para peserta untuk tidak hanya mengejar standar minimum, tetapi berani menargetkan prestasi akademik di atas 3,50.

Dari total 500 lebih yang pendaftar, hanya 264 yang lolos seleksi dan mengikuti PK2MB sejak 4 Agustus 2025. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan simbol dari selektivitas dan harapan besar yang ditanamkan.

Maria Montessori, tokoh pendidikan internasional yang percaya bahwa setiap individu memiliki potensi kreatif dan kemampuan mandiri yang tinggi, menekankan bahwa pendidikan harus membangkitkan semangat belajar dari dalam diri, bukan sekadar mengisi kepala dengan informasi.

Baginya, manusia bukan sebagai wadah kosong yang harus diisi, melainkan sebagai benih yang menyimpan potensi kreatif dan daya mandiri luar biasa.

Baginya, pendidikan sejati bukanlah proses transfer informasi, melainkan seni membangkitkan api pembelajaran dari dalam jiwa.

Ia percaya bahwa ketika semangat belajar tumbuh dari kesadaran batin, bukan paksaan eksternal, maka pendidikan menjadi jalan pembebasan, sebuah proses yang memerdekakan manusia untuk menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri.

Sementara itu, Ki Hadjar Dewantara, bapak pendidikan Indonesia, menanamkan pandangan luhur bahwa pendidikan adalah jalan pembebasan, bukan sekadar pengajaran.

Dalam falsafahnya yang abadi, “Ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani,” ia merumuskan pendidikan sebagai seni kehadiran: menjadi teladan di depan, penyemangat di tengah, dan penopang di belakang. Bagi Ki Hadjar, mendidik berarti merawat jiwa manusia agar tumbuh dalam kebebasan yang bertanggung jawab, di mana guru bukan penguasa pengetahuan, melainkan penuntun yang membangkitkan daya hidup dan karsa merdeka dalam diri peserta didik.

Ekaristi penutupan PK2MB STIPAR Ende adalah cermin dari filosofi ini. Ia mengajak para mahasiswa baru dan mahasiswa pada umumnya untuk melihat pendidikan bukan sebagai beban, tetapi sebagai panggilan. Sebuah perjalanan spiritual dan intelektual yang menuntut keberanian untuk gagal, tekad untuk bangkit, dan kerendahan hati untuk terus belajar.

Dalam dunia yang serba cepat dan instan, STIPAR Ende mengingatkan kita bahwa membentuk manusia utuh membutuhkan waktu, kesabaran, dan cinta. Dan dari Ende, suara itu bergema: pendidikan adalah ziarah jiwa menuju kemanusiaan yang lebih dalam! ***

Ekaristi penutupan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PK2MB) Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa (STIPAR) Ende pada Kamis, 7 Agustus 2025

Anselmus Dore Woho Atasoge
Previous ArticleEks THL Manggarai Timur Pertanyakan Proses Seleksi PPPK 2025, DPRD Diminta Bentuk Pansus
Next Article Pelaku Penggelapan Sepeda Motor Rental di Manggarai Barat Diciduk Polisi

Related Posts

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Memburu “Hantu”, Memukul Manusia, dan Psikologi Sosial

6 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.