Borong, VoxNTT.com – Keberhasilan Yano Putra, putra daerah Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, yang bermain di Liga 1 Indonesia, menjadi dorongan utama dalam pelaksanaan turnamen Lamba Leda Cup 2025.
Ketua Panitia Pelaksana, Egidius Suwandi
menegaskan, semangat Yano Putra yang sukses menembus level nasional mendorong warga dan pemerintah setempat untuk menggelar turnamen ini.
Yano Putra, yang musim lalu memperkuat PSB Biak, dianggap sebagai inspirasi bagi para atlet muda di daerah tersebut. Semangatnya yang tak kenal menyerah, menurut Egidius, menjadi alasan kuat mengapa Lamba Leda Cup 2025 digelar.
“Oleh sebab itu, atas dorongan semangat ini, diharapkan kita yang hadir menyaksikan ataupun mendukung memiliki satu argumen yang sama, kemauan yang sama, kesadaran bersama untuk mesukseskan turnamen Lamba Leda Cup 1 ini tahun 2025,” kata Edigius dalam sambutannya ketika pembukaan turnamen di Lapangan Bea Danga, Benteng Jawa pada Minggu, 10 Agustus 2025.
Panitia dan jajaran Pemerintah Kecamatan Lamba Leda menunjukkan keseriusan dalam menyelenggarakan Lamba Leda Cup 2025. Sebagai bentuk persiapan yang matang, mereka mengedepankan kesadaran dan kemauan bersama dalam mewujudkan event olahraga yang melibatkan 35 klub dari berbagai daerah.
“Kami mengucapkan terima kasih banyak atas kehadiran atas dukungannya, atas semangatnya dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan RI yang ke-80 tahun 2025 ini,” tambah Egidius.

Camat Lamba Leda, Longginus Rohos memberikan apresiasi terhadap terselenggaranya turnamen ini, yang dinilai tidak hanya sebagai ajang olahraga, tetapi juga sebagai sarana mempererat kebersamaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
“Kami akhirnya percaya penyelenggaraan turnamen Lamba Leda Cup aman, tetap ramai karena kita sama-sama punya kebutuhan yang sama yaitu kebutuhan untuk melihat permainannya indah dan untuk meramaikan kecamatan ini. Serta pada akhirnya nanti pasti ada unsur peningkatan ekonomi kerakyatan di Kecamatan Lamba Leda ini,” ungkap Longginus dalam sambutannya.
Ia juga menyebut bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, yang dirayakan secara khusus di wilayah tersebut.
Lebih lanjut, Longginus menjelaskan, pertandingan sepak bola bukan hal yang asing di Kecamatan Lamba Leda.
Selama ini, pertandingan sering digelar oleh berbagai pihak seperti paroki dan desa, namun Lamba Leda Cup menjadi momentum baru yang diselenggarakan dengan cakupan yang lebih luas.
Ia berharap dengan tingginya animo masyarakat terhadap turnamen ini, akan lahir generasi pesepak bola yang mampu mengharumkan nama daerah, tidak hanya di tingkat kecamatan tetapi juga regional.

Apresiasi Antusiasme Warga
Antusiasme masyarakat Lamba Leda terhadap sepak bola mendapat apresiasi dari Anggota Askab PSSI Manggarai Timur, Sistus Mbalur.
Ia menilai, kecintaan warga terhadap olahraga ini menjadi modal penting dalam pengembangan sepak bola di daerah tersebut.
Menurut Sistus, masyarakat Lamba Leda tidak hanya mencintai sepak bola, tetapi juga menunjukkan komitmen dan semangat yang tinggi untuk terus mendorong kemajuan olahraga ini.
“Ini adalah semangat spirit yang kita harus bangun,” tegasnya saat membuka turnamen.
Sistus menambahkan, sepak bola bukan hanya soal teknik dan strategi, tetapi juga menampilkan keindahan permainan yang menarik perhatian penonton.
Ia menyampaikan filosofi menarik tentang empat “ganteng” dalam sepak bola yang mencerminkan kualitas seorang pemain.
“Sepak bola menampilkan permainan yang indah dan menarik dan menampilkan empat ganteng. Ganteng yang pertama melihat wajah seseorang. Ganteng yang kedua adalah postur tubuh. Badan tegak. Ganteng yang ketiga, itu adalah komunikasi. Ganteng yang keempat, kelincahan fisik, elastisitas,” jelasnya. [VoN]

