Ruteng, VoxNTT.com – Bupati Manggarai, Herybertus G.L Nabit, menegaskan bahwa Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan langkah awal bagi mahasiswa untuk mengenal dan terlibat langsung dengan realitas sosial masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam kuliah umum kepada 1.260 mahasiswa peserta KKN Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng, yang berlangsung pada Senin, 11 Agustus 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Hery menekankan pentingnya KKN Tematik yang mengarah pada isu-isu kontekstual di lapangan.
Ia mengajak mahasiswa untuk berperan aktif dalam mengidentifikasi dan mencari solusi terhadap akar masalah stunting yang menjadi tantangan besar dalam pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Manggarai.
“Kerja nyata ini sudah menjadi bagian dari tradisi. Namun tahun ini kita mengarah pada KKN Tematik, yang lebih fokus menyasar isu-isu kontekstual di lapangan,” ujar Bupati Herybertus.
Bupati Hery mengungkapkan bahwa isu stunting, yang berhubungan erat dengan kekurangan gizi pada masa kehamilan hingga usia lima tahun, memiliki dampak langsung pada perkembangan otak dan kemampuan belajar anak.
Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa masalah stunting tidak hanya terkait dengan pertumbuhan fisik anak, tetapi juga mempengaruhi kualitas generasi masa depan.
“Stunting bukan hanya soal tinggi badan, tetapi soal kualitas otak. Jika tidak ditangani serius, ini bisa berujung pada rendahnya kualitas generasi penerus,” tegasnya.
Bupati juga berharap mahasiswa KKN dapat berkontribusi dalam upaya pencegahan stunting selama masa KKN mereka di masyarakat.
Ia mengingatkan, meskipun KKN Tematik bukanlah hal baru, namun ini merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk kembali ke masyarakat dan memberikan kontribusi nyata.
Lebih lanjut, Bupati Herybertus mengajak generasi muda untuk berperan aktif dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Manggarai telah menyusun komitmen jangka panjang yang tertuang dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah), dengan visi membangun Manggarai yang sejahtera, bersih, berkelanjutan, dan berdaya saing.
“Dokumen RPJMD kita sedang dalam tahap pengesahan di Kementerian,” pungkasnya.
Dalam konteks ini, Bupati mengharapkan mahasiswa KKN dapat mendukung program pemerintah dalam mengatasi masalah stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Manggarai.
Ia yakin bahwa dengan sinergi yang baik antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat, Manggarai dapat mencetak generasi emas yang siap bersaing di masa depan.
Sementara itu, dalam sambutannya, Rektor Unika Santu Paulus Ruteng, Romo Manfred Habur, menekankan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam mendorong arah pembangunan Manggarai, terutama di sektor pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat desa.
Ia menyatakan, KKN bukan hanya sebuah kewajiban akademik, tetapi juga sebagai bentuk sinergi nyata antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.
“Kalau stunting kita kurangi, kalau literasi dan numerasi meningkat, maka sebetulnya kita sedang membangun fondasi masa depan Manggarai yang kuat dan jaya,” ungkap Romo Manfred.
Romo Manfred juga menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai pendengar dan pelaku yang bekerja bersama masyarakat dalam menjalankan program-program pembangunan.
Ia mengungkapkan, modul KKN yang telah disusun bersama Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (PPO) Manggarai akan menjadi pedoman bagi mahasiswa dalam melaksanakan program KKN di lapangan.
Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat, Bupati dan Rektor berharap KKN tahun ini akan menghasilkan dampak positif yang signifikan dalam mengatasi permasalahan stunting serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Manggarai.
Penulis: Isno Baco

