Labuan Bajo, VoxNTT.com – Capaian pembangunan di Kabupaten Manggarai Barat selama satu tahun terakhir mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Tetapi peningkatan yang signifikan itu masih dihadapkan dengan berbagai tantangan, utamanya dalam upaya memberantas kemiskinan dan stunting.
Dalam Peringatan HUT Ke-80 RI Tingkat Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Bupati Edistasius Endi menyampaikan pidato yang mengulas capaian pembangunan daerah serta tantangan yang masih dihadapi.
Bertema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, pidato ini menegaskan komitmen pemerintah melanjutkan pembangunan inklusif dan berkelanjutan sesuai visi “Mabar Bangkit Menuju Mabar Semakin Mantap”.
Bupati Edi menegaskan, capaian yang diperoleh melalui berbagai indikator itu adalah hasil kerja keras, kolaborasi, dan kebijakan fokus. Pariwisata Berkelanjutan, menjadi penggerak utama ekonomi, didukung peningkatan kualitas fondasi (SDM, infrastruktur, tata kelola).
Optimalisasi sektor primer dan UMKM menciptakan iklim usaha kondusif. Lingkungan, Penerbitan Perbup Nomor 16 tahun 2025 tentang Pembatasan Plastik Sekali Pakai sebagai bentuk komitmen nyata.
Meski banyak kemajuan, Bupati Edi mengakui sejumlah tantangan serius, diantaranya : tingkat kemiskinan (16,74%) dan pengangguran (3,47%) masih relatif tinggi.
Isu kesehatan seperti Angka Kematian Ibu, Angka Kematian Bayi, dan Prevalensi Stunting (31,1%) juga masih memerlukan penanganan lintas sektor terpadu.
Capaian Pembangunan Positif
Kendati demikian Bupati Edi memaparkan sejumlah indikator makro yang menunjukkan kemajuan, di antaranya; pertama, Pertumbuhan Ekonomi : meningkat dari 4,77% (2023) menjadi 4,93% (2024), lebih tinggi dari rata-rata Provinsi NTT (3,74%).
Kedua, PDRB per Kapita naik dari Rp 15,7 juta (2023) menjadi Rp 16,6 juta (2024).
Ketiga, Pariwisata Inklusif: Indeks Pariwisata Inklusif (IPI) naik dari 61,6% (2023) menjadi 63,95% (2024), menekankan kualitas pertumbuhan yang berkeadilan.
Keempat, Sumber Daya Manusia (IPM): Meningkat signifikan dari 64,92 (2022) menjadi 68,68 (2024), melampaui IPM NTT (67,89).
Kelima, Rata-rata Lama Sekolah naik dari 7,94 tahun (2023) menjadi 8,21 tahun (2024).
Keenam, Kesehatan: Prevalensi Stunting turun dari 36,2% (2023) menjadi 31,1% (2024), lebih baik dari NTT (37%).
Ketujuh, Usia Harapan Hidup (UHH) naik menjadi 68,30 tahun (2024).
Kedelapan, Pengangguran & Kemiskinan: Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun dari 4,42% (2023) menjadi 3,47% (2024).
Kesembilan, Tingkat Kemiskinan turun tipis dari 16,82% (2023) menjadi 16,74% (2024).
Kesepuluh, Infrastruktur: Pembangunan jalan strategis mencapai 250,56 km (2021-2024), dengan tambahan 21 km di 2025. Program rumah layak huni terealisasi 718 unit (2022-2025).
Kesebelas, Lingkungan & Tata Kelola: Indeks Kualitas Lingkungan Hidup melonjak dari 70,81 (2023) menjadi 74,89 (2024).
Keduabelas, Indeks Reformasi Birokrasi naik dari 64,59 (2023) menjadi 69,19 (2024).
Ketigabelas, Pencapaian SPBE (e-gov) tertinggi di NTT (3,47).
Bupati Edi mengajak seluruh elemen masyarakat bersinergi melanjutkan estafet perjuangan bangsa.
Ia menekankan pentingnya kerja keras, kerja cerdas, dan kerja kolaboratif untuk mengatasi tantangan demi mewujudkan Manggarai Barat yang semakin mantap dan Indonesia yang maju.
“Benar tidak ada yang sempurna di antara kita. Sejarah mencatat bila imajinasi maju dan sejahtera jadi obsesi bersama, dalam sentuhan sinergi dan kolaborasi maka tercipta sebuah gelombang dahsyat: Mabar Semakin Mantap,” tegas Bupati Edi.
Penulis: Sello Jome

