Oleh: Fransiskus Bustan
Dosen Universitas Nusa Cendana
Bukan rahasia lagi. Setiap kandidat atau calon yang berpartisipasi dalam kontestasi pesta demokrasi dalam berbagai level niscaya berupaya menampilkan kekhasannya masing-masing sebagai kekhususan pembeda ketika disanding dalam tolok bandingan dengan kandidat yang lain.
Kekhasan sebagai kekhususan pembeda yang menjadi ciri pemerlain setiap kandidat diwahanai melalui berbagai bentuk dan cara sesuai kristalisasi asa atau resapan harapan yang tertera dalam benaknya masing-masing. Manifestasi kristalisasi asa atau resapan asa yang tertera dalam benak kandidat diwahanai, antara lain, melalui penggunaan bahasa berupa slogan sebagai salah satu energi atau sumber daya potensial yang dapat menggugah preferensi para pemilih.
Sebagaimana disaksikan dalam kontestasi pesta demokrasi pemilihan rektor di Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang yang sedang bergulir sekarang ini, Prof. Apris Adu sebagai salah seorang kandidat yang ikut bertarung mengusung akronim SEHAT sebagai spirit yang akan menjiwai dan menafasi pola kepemimpinannya jika dia terpilih sebagai rektor yang akan menakodai kapal Undana ke depan.
Berdasarkan hasil rekaman cakap semuka dengan Apris Adu, yang akrab disapa dengan abreviasi atau singkatan A2 belakangan ini, spirit SEHAT yang diusungnya merupakan sebuah akronim sebagai hasil amalgamasi huruf awal dari kata Setara (S), Empati (E), Harmoni (H), adil (A), dan Transparan (T). Sesuai konteks yang melatari kehadiran dan penggunaannya, menurut A2, setiap kata tersebut saling terkait dalam satu kesatuan secara keseluruhan dengan kerangka makna untuk wewujudnyatakan kristalisasi asa atau resapan asa yang diisyaratkan melalui rancangan gagasan, Undana Berdampak.
Setara berarti semua warga Undana memiliki hak, kesempatan, dan tanggung jawab yang sama, tanpa mempersoalkan keberagaman latar. Empati berarti semua warga Undana saling memahami perasaan, pikiran, dan pengalaman sesama saudaranya yang lain sebagai kembaran diri. Harmoni berarti keselarasan hubungan antar semua warga Undana sehingga tercipta tatanan kehidupan bersama yang aman, damai, dan sejahtera dalam suasana kesejawatan. Tranparan berarti Undana memiliki keterbukaan dan kejelasan dalam berbagai hal, terutama dalam penyampaian informasi dan proses pengambilan keputusan.
Terkait dengan esensi isinya, spirit SEHAT tidak bergayut sama sekali dengan Bidang Kesehatan Masyarakat sebagai latar belakang keilmuan yang digelutinya, tetapi merupakan hasil refleksi dan introspeksi A2 dalam mencermati realitas faktual yang dihadapi dan dialami Undana selama ini dalam menapaki ziarah kehidupannya sebagai sebuah organisasi jasa nirlaba yang berkecimpung dalam dunia pendidikan.
Spirit SEHAT berfungsi sebagai penuntun moral dan pedoman etika yang melenterai pola perilaku A2 dalam menakodai Undana ke depan sehingga kristalisasi asa atau resapan asa yang tertuang dalam rancangan gagasan, Undana Berdampak, tidak hanya menjadi sebuah jargon yang tuna makna.
Menurut A2, spirit SEHAT yang diusungnya bukan sekedar akronim guna menampilkan kekhasannya sebagai kekhususan pembeda ketika dia disanding dengan kandidat lain dalam kontestasi pesta demokrasi pemilihan rektor Undana.
Rancangan gagasan, Undana Berdampak, yang selalu didendangkan para petinggi Undana di setiap tempat dan kesempatan selama ini akan menemukan artikulasinya melalui spirit SEHAT.
Pungkas kata, melaui spirit SEHAT, Undana akan menjadi organisasi jasa nirlaba dalam dunia pendidikan tinggi yang sehat dan berdampak secara meluas dalam menunjang kesejahteraan hidup masyarakat NTT dan bangsa Indonesia pada umumnya.
Dengan demikian, nama Undana akan selalu dikenang sepanjang masa karena jasa-jasanya dalam menghasilkan meteor-meteor intelektual yang mumpuni dan berkarakter di tingkat lokal, regional, nasional, dan internasional.

