Mbay, VoxNTT.com – Setelah HUT RI ke-80, warga Wodopumbu di Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo ternyata masih menyimpan persoalan klasik, yakni kelangkaan air bersih.
Hingga kini, warga setempat mengaku masih mengandalkan air dari aliran sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk untuk sanitasi, dengan cara menimba.
Manyus Mosa (47) warga setempat mengatakan, bagi sebagian warga yang memiliki kemampuan ekonomi lebih baik, mereka dapat memperoleh air bersih layak konsumsi dengan cara membeli. Namun, hal ini tidak belaku umum bagi warga lainnya dengan ekonomi pas – pasan.
Karena itu, mereka mengusulkan agar Pemerintah Daerah dapat secepatnya memasang jaringan pipa distribusi melalui skema Sambungan Rumah (SR) yang bersumber dari Bak Reservoar Madanio, sehingga bisa melayani sekitar 40 Kepala Keluarga di Wodopumbu.
“Kami usulkan Bapak Anto, tolong bantu pasang meteran air kerumah – rumah warga di Wodopumbu sini. Selama ini kami ambil air dari kaliatasi masalah air ini Pak Anto,” ujar Manyus saat menyampaikan aspirasi dalam kegiatan reses Anggota DPRD Nagekeo dari Partai NasDem, Anto Sukadame Wangge, di RT 17, Kelurahan Nangaroro, Selasa, 19 Agustus 2025, malam. Reses masa sidang II DPRD Nagekeo berlangsung mulai 19 hingga 25 Agustus 2025.
Beberapa aspirasi yang turut disampaikan masyarakat antara lain yakni permintaan pembangunan jalan lingkungan di sekitar SMA Katolik Setiawan Nangaroro, pemasangan sambungan rumah pipa air bersih untuk kawasan wisata Bukit Pelangi, serta permohonan bantuan ternak untuk mendukung peningkatan ekonomi keluarga.
Menanggapi aspirasi tersebut, Anto Sukadame Wangge menyampaikan bahwa semua usulan warga akan ditampung dan diperjuangkan dalam sidang DPRD nanti sebagai bagian dari kewajibannya sebagai wakil rakyat. Anto menegaskan bahwa persoalan air bersih akan menjadi perhatian utamanya.
“Semua aspirasi masyarakat saya tampung, terutama terkait air bersih yang menjadi kebutuhan dasar. Saya akan memperjuangkannya bersama pemerintah daerah agar persoalan air di Wodopumbu dan sekitarnya ini bisa segera teratasi,” tegas Anto.
Penulis: Patrianus Meo Djawa

