Labuan Bajo, VoxNTT.com – Sejumlah sopir wisata yang tergabung dalam organisasi Angkutan Wisata Darat (Awstar) Labuan Bajo mendatangi kantor Komodo Shuttle pada Senin, 25 Agustus 2025. Kedatangan mereka bertujuan meminta klarifikasi kepada pemilik Komodo Shuttle, Satria Buyung Pradana, terkait video yang viral di media sosial.
Dalam video tersebut, Buyung menyampaikan sejumlah persoalan yang menurutnya menjadi masalah utama dalam layanan transportasi di Labuan Bajo. Ia menyoroti beberapa hal, mulai dari perilaku sopir, ketepatan waktu, hingga kelayakan kendaraan.
“Masalah-masalah utama transportasi di Labuan Bajo. Driver suka ghosting hilang jejak, emang enak dighosting?” ungkap Buyung dalam video itu.
Tak hanya itu, ia juga mengkritik kondisi kendaraan yang menurutnya tidak sesuai dengan pesanan.
“Kendaraan buntut, pesannya Innova datangnya gerobak,” kata Buyung.
Buyung turut menyoroti ketidaktepatan waktu dan sikap kurang profesional dari para sopir.
“Ini yang bahaya terlambat jemput, janji jam 9 ternyata baru datang jam 10.00. Koordinasi ribet susah ditelepon susah di-WA, pulsa habis, internet habis, pernah nggak ngalamin?” tuturnya.
“Kurang profesional, drivernya enggak ramah, pakai sendal jepit. Mau jemput tamu kayak begitu? Kalau itu semua terjadi reputasi kamu sebagai agen tour and travel itu bisa tercoreng gara-gara hal sepele,” lanjutnya.
Di akhir video, Buyung mempromosikan layanan transportasi miliknya.
“Pasrahkan penjemputan kamu dengan Komodo Shuttle. Salam dari Labuan Bajo,” ujarnya.
Ketua Awstar, Heri Bantuk, yang hadir langsung dalam pertemuan itu, menyampaikan rasa keberatan atas pernyataan-pernyataan dalam video tersebut. Ia meminta Buyung menjelaskan tujuan dari video yang telah menyebar luas itu.
“Masukan bapak kami terima. Tetapi banyak teman-teman sakit hati dengan unggahan bapak. Kami mohon penjelasannya apa tujuan bapak?” tanya Heri kepada Buyung.
Salah satu sopir, Econ Jena, juga mengungkapkan rasa tersinggungnya terhadap isi video tersebut.
“Selama saya mengantar tamu tidak pernah ada tamu yang komplain. Soal memakai sandal itu fleksibel karena tidak mungkin kita memakai sepatu saat mengantar tamu ke pantai,” kata Econ.
Ia pun meminta Buyung untuk melakukan introspeksi diri, mengingat dirinya juga memiliki bisnis sewa mobil.
“Silakan Pak mengingatkan anak buah Pak sendiri karena toh Pak juga bekerja seperti kita,” tutup Econ.
Menanggapi hal tersebut, Buyung mengakui bahwa dialah pembuat video yang dimaksud. Ia menyampaikan bahwa video itu dibuat untuk tujuan edukasi, namun ia meminta maaf atas dampak yang ditimbulkan.
“Tujuan saya untuk mengedukasi. Tetapi ternyata ada yang tersinggung, dari hati yang dalam saya meminta maaf kepada semua pihak baik yang ada di Labuan Bajo maupun di wilayah NTT,” ucap Buyung.
Ia bahkan menyampaikan permohonan maaf secara adat Manggarai dalam pertemuan tersebut. Proses mediasi berlangsung aman dan damai dengan pendampingan dari aparat Polres Manggarai Barat.
Saat dikonfirmasi oleh VoxNtt.com, Buyung menyatakan bahwa persoalan tersebut telah selesai dan dirinya telah meminta maaf secara langsung.
“Betul (sudah minta maaf) tadi untuk menghindari kegaduhan saja, biar tidak bias ke mana-mana. Sebenarnya tadi sudah clear dan tersampaikan semua,” ujar Buyung melalui pesan WhatsApp, Senin malam, 25 Agustus 2025.
Penulis: Sello Jome

