Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Massa Desak Pemda Manggarai Tolak Usulan Kenaikan Anggaran Perjadin DPRD 4,1 Miliar
Regional NTT

Massa Desak Pemda Manggarai Tolak Usulan Kenaikan Anggaran Perjadin DPRD 4,1 Miliar

By Redaksi5 September 20253 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pimpinan dan anggota DPRD Manggarai berdialog dengan massa aksi yang menyuarakan penolakan kenaikan anggaran Perjadin DPRD. (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNTT.com – Sekitar puluhan massa yang tergabung dalam LSM Lembaga Pengkaji dan Peneliti Demokrasi (LPPDM) menggelar demonstasi di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manggarai, Kamis 4 September 2025.

Mereka mendesak Pemerintah Kabupaten Manggarai agar menolak usulan kenaikan biaya Perjalanan Dinas (Perjadin) pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Manggarai tahun 2025 sebesar Rp4,1 miliar.

Usulan tersebut sempat dilontarkan Ketua Fraksi Nasdem, Ipi Soe dalam rapat perubahan KUA PPAS DPRD Manggarai beberapa waktu lalu.

Ipi Soe meminta kepada Pemerintah agar biaya Perjadin pimpinan dan anggota DPRD Manggarai dinaikan ke 4,1 miliar.

Massa menilai usulan Nasdem ini omong kosong dan hanya menambah beban kepada negara dan rakyat. Alangkah baiknya usulan Perjadin 4,1 miliar itu dialihkan ke program yang berdampak langsung bagi kepentingan masyarakat.

“Saya mantan anggota DPRD saya tahu persis, Perjadin itu omong kosong dan bikin tambah beban rakyat, lebih baik dialihkan ke pembangunan yang berguna,” ucap Marsel Ahang salah satu massa yang turut bergabung dalam aksi demonstrasi.

Karena itu, mereka pun menolak pembengkakan anggaran Perjadin sebesar Rp 4,1 miliar yang telah diusulkan oleh Fraksi Partai NasDem.

“Kami lebih mendukung DPRD Manggarai untuk mempertahankan pagu anggaran exiting dan mengalihkan anggaran yang diusulkan Fraksi Partai NasDem untuk membiayai sejumlah program yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan rakyat Manggarai,” kata Marsel.

Selain menyuarakan penolakan kenaikan Perjadin DPRD, massa juga mendesak pemerintah agar menuntaskan masalah BBM.

Sebab, krisis BBM yang berkepanjangan di NTT telah melumpuhkan sendi-sendi perekonomian masyarakat.

Kondisi ini, menurut Marsel sebagai salah satu orator, mencerminkan telah terjadinya kegagalan sistemik dalam management distribusi energi nasional.

Olehnya, massa menuntut para pihak terkait agar melakukan pengawasan ekstra ketat dan evaluasi menyeluruh dalam sistem distribusi BBM di seluruh wilayah NTT disertai pemberian sanksi tegas kepada pihak yang dianggap bermain BBM.

Tak hanya itu, transparansi dan akuntabilitas dana transfer daerah juga ikut disuarakan massa pada kesempatan itu.

Mereka menyoroti dugaan ketimpangan distribusi dan potensi mis-alokasi anggaran transfer daerah yang tidak tepat sasaran.

“Pemerintahan pusat harus memastikan transparansi penuh dalam mekanisme perhitungan dan distribusi dana transfer daerah agar lebih memprioritaskan dana transfer untuk daerah-daerah tertinggal yang benar-benar lebih membutuhkan akselerasi pembangunan” beber Marsel.

Ia berjanji, massa yang tergabung dalam LPPDM hari ini menyatakan komitmen untuk terus melakukan pengawasan kritis terhadap jalannya pemerintahan di semua tingkat.

Menyikapi tuntutan massa, Ketua DPRD Manggarai, Paul Peos menyatan komitmen untuk mencermati dan menindaklanjutinya guna dibahas bersama dengan pihak otoritas terkait.

Paul pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada LSM LPPDM yang telah menyampaikan aspirasi apalagi sudah memberikan dokumen dengan segala tuntutannya.

“Dokumen telah kami terima. Beri kami waktu untuk kami kaji dan cermati. Mugkinkah ada hal yang bisa kami diskusikan disini, atau kami harus mendialogkannya kepada para pihak yang punya otoritas untuk menyelesaikan banyak hal,” ungkap Paul.

Penulis: Berto Davids

DPRD Manggarai Manggarai
Previous ArticleRitual Sosial yang Menyalakan Harapan Komunal
Next Article Alami Kenaikan Drastis, DPRD NTT Akan Terima Tunjangan Perumahan Rp23 Juta per Bulan

Related Posts

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.