Mbay, VoxNTT.com – Achiles Agustinus Busa Jago, balita laki-laki berusia 13 bulan yang menjadi korban banjir bandang di Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, akhirnya dimakamkan.
Balita malang itu disemayamkan di tempat pemakaman keluarga di Kampung Sawu, pada Kamis, 11 September 2025, beberapa jam setelah Tim SAR Gabungan menemukan jasadnya sekitar pukul 10.00 Wita.
Ia ditemukan di antara tumpukan material kayu dan lumpur, sejauh dua kilometer dari rumah mereka yang hilang disapu banjir bandang pada Senin sore, 8 September 2025.
Ada kisah pilu di balik penemuan jasad Achiles. Ketua Stasi Santa Maria Imakulata Sawu, Markus Lipu (53), menuturkan bahwa warga sempat mendatangi lokasi tersebut pada hari pertama pencarian. Namun, mereka tidak menemukan apa pun.
Baru pada Kamis pagi, keluarga menggelar ritual adat dengan membawa pakaian yang biasa dikenakan korban.
Ibu Achiles bahkan mengenakan kain gendongan dan terus memanggil nama anaknya. Sesaat setelah ritual usai, keluarga mendapat kabar bahwa Tim SAR Gabungan menemukan jasad seorang balita laki-laki.
Setelah dimandikan, keluarga akhirnya yakin bahwa jasad itu adalah Achiles, ditandai dengan pakaian yang melekat pada tubuhnya serta bekas jahitan operasi pada bibirnya.
Upacara pemakaman Achiles dipimpin oleh Pater Asis dari Paroki Wudu. Beberapa warga Sawu bersama enam anggota TNI dari Kompi Kesehatan turut membantu menyiapkan liang lahat.
Dengan dimakamkannya Achiles, jumlah korban meninggal akibat banjir bandang di Kecamatan Mauponggo kini bertambah menjadi lima orang.
Sementara itu, Tim SAR Gabungan bersama warga masih terus melakukan pencarian terhadap tiga korban lain yang belum ditemukan, termasuk ayah Achiles, Mariano Tom Busa Jago (29). Dua korban lainnya adalah Sebastiana So’o (42) dan anak balitanya, Desiderius Geraldi, yang baru berusia 14 bulan.
Penulis: Patrianus Meo Djawa

