Mbay, VoxNTT.com – Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Batalyon Teritorial Pembangunan 834/Waka Nga Mere Nagekeo telah mendirikan Pos Pelayanan Kesehatan di lokasi bencana banjir bandang Kabupaten Nagekeo sejak Jumat, 12 September 2025.
Pelayanan kesehatan ini dipimpin oleh Lettu Ckm dr. Bambang Sugiarto, MMRS, Dokter Militer sekaligus Komandan Kompi Medis Batalyon TP 834/WM Nagekeo, dengan dukungan 13 tenaga medis TNI.
Menurut dr. Bambang, pos kesehatan tersebut memberikan layanan pemeriksaan tensi, penanganan luka, hingga pemberian obat-obatan. Posko kesehatan TNI didirikan di sekitar area bencana dekat Jembatan Teodhae 1 dan dilengkapi fasilitas listrik portabel serta peralatan medis.

Memasuki hari kelima pasca-bencana, Tim Basarnas gabungan bersama TNI masih terus melakukan upaya pencarian terhadap tiga korban yang hingga kini belum ditemukan.
Namun, pencarian terkendala karena dua unit ekskavator milik Pemda Nagekeo tidak dapat dioperasikan akibat ketiadaan operator.
Sementara itu, warga terdampak di Desa Sawu, Kecamatan Mauponggo mulai mengalami kelangkaan bahan pokok, terutama air bersih, makanan, dan hunian. Kondisi ini juga menimpa para relawan kemanusiaan yang bertugas di lapangan.
Para relawan mengaku kesulitan mendapatkan akses makanan dan minuman dari dapur umum. Selain jaraknya sekitar tiga kilometer dari posko, mereka juga diwajibkan melengkapi administrasi sebelum memperoleh jatah konsumsi harian.

Kepala Desa Sawu, Wilfridus Ndona menilai kekacauan distribusi bantuan ini dipicu buruknya koordinasi antara Bupati, BPBD Nagekeo, dan pihak kecamatan.
Sebagai langkah darurat, pihak desa bersama warga berencana membangun dapur mandiri secara swadaya di sekitar pos bantuan kemanusiaan.
Untuk logistik, Kades Wilfridus menyebut akan memanfaatkan stok sembako dari PLN serta bantuan dari sejumlah partai politik yang saat ini masih tersimpan di Kantor Desa Sawu.
Penulis: Patrianus Meo Djawa

