Ruteng, VoxNTT.com – Taman Kanak (TK) Santo Nino Mbaumuku Ruteng, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kedatangan tim Asesor dari Badan Akreditasi Nasional (BAN) Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (PDM), Selasa, 30 September 2025.
Kedatangan tim Asesor BAN-PDM itu bertujuan untuk melakukan visitasi dalam rangka menjemput status akreditasi sekolah yang ketiga kalinya.
Saat ini sekolah swasta yang berada dibawah naungan Yayasan Bina Wirawan itu sudah terakreditasi A sebanyak dua kali, masing-masing pada tahun 2007 dan 2017.
Kini pada tahun 2025 TK swasta yang berdiri sejak tahun 1989 itu kembali divisitasi tim asesor untuk menjemput label akreditasi yang ketiga kalinya.
Tim terdiri dari dua orang, yakni Mantovanny Tapung sebagai Asesor 1 dan Petrus Redy Jaya sebagai Asesor 2.
Tiba di TK Santo Nino, keduanya dijemput oleh Kepala Sekolah, Maria Goreti beserta para guru dan anak-anak yang menunggu depan gerbang.
Acara penjemputan diawali dengan penyambutan secara adat Manggarai “kepok” dan pengalungan selendang.
Tak hanya itu, suguhan marching band dari anak-anak TK Santo Nino juga turut memeriahkan momen penjemputan dua tim asesor itu.
Setelah acara penjemputan, visitasi pun dimulai dengan kegiatan verifikasi dan validasi data atau dokumen pada satuan pendidikan TK Santo Nino.
Selanjutnya ada observasi lingkungan belajar dan pengamatan langsung performance guru terhadap proses pembelajaran di sekolah.
Petrus Redy Jaya pada kesempatan tersebut menjelaskan, bahwa kegiatan visitasi ini merupakan salah satu tahapan untuk menjemput status akreditasi pada satuan pendidikan.
Meski belum berani menyebut apakah sekolah tersebut akan terakreditasi A yang ketiga kalinya, Redy Jaya hanya menjelaskan bahwa tahapan pertama yang dilakukan tim asesor adalah memverifikasi seluruh data atau dokumen sekolah yang sudah disiapkan.
Sementara tahapan kedua yang dilakukan tim asesor, yakni meninjau langsung performance guru dalam proses pembelajaran di kelas.
“Ini mungkin sedikit berbeda dengan visitasi sebelumnya. Kalau visitasi sebelum lebih kepada penilaian soal kepatuhan dan standar pendidikan, tetapi visitasi sekarang tim asesor langsung masuk ruangan kelas untuk menilai performance guru bagaimana menstimulasi aspek perkembangan anak, baik aspek agama, budaya, moral, bahasa, seni, kognitif dan lain sebagainya,” jelas Redy Jaya.
Dalam tahapan kedua ini, lanjut dia, pihaknya memberi penilaian baik terhadap performance guru. Artinya guru sudah bisa memberikan yang terbaik sesuai dengan perangkat pembelajaran yang digunakan.
Secara keseluruhan, kata dia, performance guru sudah baik tetapi masih ada tahapan lagi setelah ini, yakni tahapan validasi untuk menilai apakah performance guru yang dinilai baik itu sudah menjadi pembiasaan di TK Santo Nino atau karena ada tim asesor yang melakukan visitasi.
Meski demikian, sekali lagi pihaknya belum berani memastikan apakah penilaian ini akan berdampak pada pengakuan akreditasi A yang ketiga kali, semuanya tergantung penilaian tim asesor lain dalam tahapan validasi nanti.
BAN-PDM memiliki tim asesor independen lain yang nantinya bertugas menilai dan memberikan hasil pengakuan terhadap kualitas pendidikan TK Santo Nino, tentunya sesuai standar kriteria yang ditetapkan.
“Semua itu akan dinilai dalam tahapan validasi nanti, sehingga untuk sekarang kami belum bisa memberikan hasil yang lebih karena kewenangan itu dari tim asesor lain di BAN-PDM,” ujar Redy Jaya yang bertindak selaku asesor 2 itu.
Mantovanny Tapung pada kesempatan tersebut juga menambahkan, selain menilai performance guru, visitasi ini dilakukan untuk memverifikasi dan memvalidasi data yang sudah diupload oleh satuan pendidikan TK Santo Nino ke aplikasi Sistem Penilaian Akreditasi (Sispena) BAN-PDM.
Jadi menurut Mantovanny, kedatangan tim asesor hari ini untuk memastikan kebenaran dan kesesuaian data yang sudah diupload ke aplikasi Sispena itu sesuai dengan kondisi ril yang terjadi di lapangan.
Sementara terkait penilaian kelayakan itu tidak terlepas dari standar pendidikan di TK Santo Nino itu sendiri, seperti pencapaian perkembangan anak, standar isi, penilaian, sarana prasarana serta pengelolaan lain.
“Jadi intinya ada verifikasi karena semuanya harus sesuai,” ujar Dosen Unika Santo Paulus Ruteng itu.
Ia juga menilai secara keseluruhan proses pembelajaran di TK Santo Nino sudah berlangsung baik hanya tinggal pengembangan lebih lanjut terkait ekosistem sekolah dan pengembangan sumber daya manusia.
Kepala Sekolah TK Santo Nino, Maria Goreti berharap kegiatan visitasi ini dapat membawa hasil yang baik untuk sekolah maupun anak didiknya di kemudian hari meski ada beberapa saran dan perbaikan yang harus dilakukan secara bersama-sama.
Pihaknya berkomitmen untuk menjaga TK Santo Nino tetap berdiri di tengah keterbatasan dan berprestasi dalam segala bidang.
Terkait status akreditasi yang ketiga kali, mantan guru TK Negeri Dalo ini menyerahkan harapan sepenuhnya kepada tim asesor yang melakukan visitasi, semoga mendapat hasil yang baik dan memuaskan.
Untuk diketahui, TK Santo Nino terletak di belakang Gereja Kristus Raja Mbaumuku-Ruteng dan memiliki empat tenaga pendidik termasuk kepala sekolah.
Empat tenaga pendidik itu, tiga diantaranya berstatus guru kelas, yakni Sisilia Jut, Yuliana Meidili dan Lydiani A. Jamuarti sementara satunya kepala sekolah atas nama Maria Goreti.
TK Santo Nino juga sudah memiliki sarana prasarana yang lengkap, mulai dari gerbang sekolah, toilet, tempat bermain anak, kantor hingga media pembelajaran.
Penulis: Berto Davids

