Ruteng, VoxNTT.com – Satuan Tugas (Satgas) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 Tahun Anggaran 2025 kembali hadir di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kehadiran program ini menjadi bukti komitmen Kodim 1612/Manggarai dalam mendukung pembangunan infrastruktur desa secara bertahap, bertingkat, dan berlanjut.
Salah satu kegiatan utama yang tengah dilaksanakan adalah pembangunan saluran irigasi di Dusun Lengor, Desa Pinggang, Kecamatan Cibal. Proyek ini menjadi bagian dari upaya peningkatan fungsi irigasi pertanian, yang dikerjakan secara gotong royong antara personel TNI dan warga setempat.
Babinsa Kecamatan Cibal sekaligus koordinator pengawas TMMD di lokasi, Sertu Frids Kadi Wano, menegaskan bahwa proyek ini memiliki manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Pembangunan irigasi ini sangat penting untuk masyarakat setempat, lebih khusus untuk lahan pertanian,” kata Sertu Frids Kadi Wano kepada VoxNtt.com, Kamis, 2 Oktober 2025.
Ia juga mengapresiasi antusiasme warga yang turut terlibat dalam pembangunan. Meski pembangunan menjadi tanggung jawab TNI, namun keterlibatan masyarakat sangat membantu kelancaran pelaksanaan di lapangan.
“Berharap agar warga terus ikut serta secara bergilir dalam kegiatan gotong royong, sehingga proyek irigasi ini dapat diselesaikan tepat waktu,” ucapnya.
Lebih lanjut, Frids menambahkan, TMMD tidak hanya fokus pada kegiatan fisik. Terdapat pula berbagai program non-fisik, seperti penyuluhan kebangsaan, kesehatan, dan pertanian yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa.
Warga dan Pemerintah Desa Apresiasi TMMD
Program TMMD ini mendapatkan respons positif dari masyarakat Dusun Lengor. Mereka menilai kegiatan yang dilakukan Kodim 1612/Manggarai merupakan gebrakan nyata dalam mempercepat pembangunan di daerah.
“Rasa hormat dan apresiasi saya pada Kodim 1612 Manggarai yang saat ini melaksanakan program TMMD,” kata Benediktus Magut, warga Dusun Lengor.
Menurut Benediktus, kekuatan militer tidak hanya diukur dari persenjataan yang dimiliki, melainkan juga dari kemampuan menyatu dan bekerja bersama rakyat untuk meningkatkan kesejahteraan.
“Program TNI Manunggal Membangun Desa sangat positif untuk meningkatkan akselerasi pembangunan pedesaan. Desa merupakan sumber penyuplai bahan pangan nasional. Itulah kekuatan kita sesungguhnya,” ujarnya.
Mewakili Pemerintah Desa Pinggang, Paulus Rudi turut menyampaikan apresiasi atas kehadiran program ini di wilayah mereka.
“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah daerah dan institusi TNI yang sudah membantu masyarakat dalam membangun irigasi ini,” ucapannya.
Ia berharap, pembangunan irigasi ini dapat meningkatkan hasil pertanian warga dan mendukung program ketahanan pangan di Dusun Lengor.
Bentuk Sinergi Bangun Desa
Komandan Kodim 1612/Manggarai, Letkol Arh Amos Comenius Silaban menjelaskan bahwa program TMMD merupakan agenda nasional dari pemerintah pusat yang dilaksanakan setiap triwulan, di berbagai wilayah berbeda.
“Program TMMD ini untuk membantu pemerintah daerah untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur di desa,” kata Letkol Arh Amos Comenius Silaban saat dihubungi VoxNtt.com, Jumat, 3 Oktober 2025.
Menurutnya, TMMD bukan hanya tentang pembangunan fisik. Program ini menjadi wadah mempererat kebersamaan antara TNI dan masyarakat melalui budaya gotong royong.
“Gotong royong yang terjalin terlihat dari sinergi di lapangan, di mana warga bersama TNI bahu-membahu menyelesaikan pekerjaan,” ujarnya.
Letkol Amos menambahkan, dampak dari program ini akan langsung dirasakan masyarakat, baik dari segi kualitas lingkungan, peningkatan kesejahteraan, maupun persatuan sosial.
“Kehadiran TNI di tengah warga diharapkan mampu memberikan manfaat nyata melalui pembangunan sarana prasarana, sekaligus memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat,” pungkasnya.
Ia juga menegaskan, pelaksanaan TMMD ke-126 merupakan bukti komitmen TNI dalam membangun desa bersama masyarakat, dan diharapkan membawa dampak positif bagi wilayah yang menerima program tersebut.
“Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pembangunan desa dan memperkuat ketahanan sosial di wilayah,” tutupnya.
Kontributor: Isno Baco

